Cast : -Yoon Shin Young
-Cho Kyuhyun
-Kim Kibum
-Yesung
- Lee Donghae
- Jang Yun Hye
-Other
Genre : Romance, friendship
Kyuhyun’s POV
“Shin young!” aku memanggilnya, tapi ia terus berlari. Sudah tak mungkin kalau aku mengejarnya, larinya sangat kuat. Aku masih belum bisa menerima hal ini, bagaimana mungkin kalau Shin young yang kuselamatkan waktu itu? Kenapa bisa kebetulan begini?
Yun hye mengomeliku habis-habisan, “Kau apakan Shin young? Kenapa sampai menghilang begitu? Aish!” aku hanya diam, percuma meladeni yeoja bawel ini. Aku tidak hanya melihat, aku yang mengalaminya. Shin young, dimana kau sekarang? Aku sungguh khawatir padamu. Aku segera pergi kerumah nya dan benar saja, ia tidak mau keluar untuk menemuiku. Padahal aku ingin berpamitan padamu, Shin young. Aku harus berpamitan padamu sebelum aku pergi. Kini aku sadar akan perasaanku yang aneh terhadapmu, menyukai matamu yang berkilat-kilat, ingin melihatmu tersenyum, dan selalu merindukanmu. Aku menyukaimu, tepatnya aku mencintaimu. Berat untuk meninggalkanmu disini, tapi aku harus pergi. Aku sama sekali tidak bermaksud egois padamu, Shin young. Semoga kau mengerti keadaanku sekarang
Liburan musim panas. Sore ini aku kembali mengunjungi rumah Shin young untuk ketiga kalinya, berharap semoga dia mau bertemu denganku sebelum aku pergi. Aku tak ingin terlambat untuk mengatakannya, mengatakan bahwa aku mencintainya, bahwa aku harus pergi meninggalkkannya..Segera kuketuk pintu rumah Shin young, sedetik kemudian So eun ahjumma membuka pintunya “Kyuhyun? Maaf Shin young sedang tidak ingin ditemui saat ini” lagi-lagi dia begini, aku harus segera pergi Shin young. Mengertilah. “So eun ahjumma bisa menolongku? Tolong bujuk Shin young agar mau bertemu denganku” aku memohon pada So eun ahjumma,
“Arasso, tunggu disini ya” So eun ahjumma segera masuk dan hilang dari pandanganku
Shin Young’s POV
Aku tidak bisa tidur. Aku tidak bisa makan bahkan basketpun aku sedang tak ingin memainkannya. Bagaimana bisa ini terjadi kami? Pada ku dan Kyuhyun? Kenapa aku yang dia selamatkan waktu itu? Ini adalah takdir. Benar, takdir yang sungguh tak kusangka. Selama ini, ternyata aku yang membuat impiannya hancur, hancur hingga tak bersisa.
Semalaman aku menangis, mengingat memori saat kami sedang bermain basket, berjuang bersama bahkan saat adu mulut. Sekarang, aku bahkan tidak mampu memandang wajahnya lagi, mendengar suaranya dan mencium aromanya. Hatiku belum siap menerima hal ini. Rasa bersalah telah menyelubungi hatiku.
Aku tahu saat ini aku merindukannya, aku ingin melihat senyumnya, ingin mendengar tawanya dan ingin menyentuh wajahnya. Kyuhyun, andai bukan aku yang kau selamatkan, andai kecelakaan itu tidak pernah terjadi mungkin tidak akan begini jadinya.
“Shin young” ku dengar eomma sedang memanggilku dari balik pintu, “Wae eomma” sahutku “Kyuhyun ingin bertemu denganmu sayang” Deg. Kyuhyun? Begitu mendengar nama itu jantungku langsung tida terkontrol. Tapi aku tetap tidak bisa menemuinya “Shireo. Aku tidak mau bertemu dengan Kyuhyun eomma, suruh dia pulang” eomma memutar kenop pintu dan masuk kedalam kamarku, “Shin young, apa kau sedang ada masalah dengan Kyuhyun? Mengapa kau menjadi pemurung begini?” eomma membelai rambutku, sedangkan aku hanya menggeleng “Tidak ada masalah apapun eomma”
“Lalu, kenapa kau tidak mau menemui Kyuhyun?
“Aku sedang malas saja eomma” jawabku asal-asalan
“Kasihan Kyuhyun. Sudah tiga hari ini dia selalu mencarimu. Ingin bertemu denganmu Shin young. Sepertinya ada sesuatu yang penting”
“Aku tidak mau bertemu dengannya eomma. Shireo”
Eomma beranjak dari tempat tidur ku sembari berkata “Arasso, eomma akan bilang padanya” tak lama kemudian aku mendengar eomma menyuruh Kyuhyun pulang. Aku memang benar-benar tidak mau bertemu dengannya saat ini. Setelah memikirkan kejadian yang menimpaku akhir-akhir ini, aku terlelap dalam mimpi indahku.
Sinar matahari membuatku mengerjapkan mataku beberapa kali, pukul 8, sudah pagi rupanya. Aku merasakan perutku keroncongan, aku ingat belum makan dari kemarin. Aku segera menuju dapur, “Shin young, eomma dan appa pergi dulu, kami ada acara. Jaga rumah dengan baik ya” eomma mengecup keningku. “Ne~eomma” jawabku singkat
Aku memakan dua roti tawar dengan selai kacang kesukaan ku. Tiba-tiba ada suara cempreng terdengar dari luar “SHIN YOUNG! CEPAT BUKA PINTUNYAA” pasti suara Yun hye, suara siapa lagi. “Hm? Ada apa sih?”
Yun hye mendelik padaku, ekspresi wajahnya berubah “Kau tidak tahu Shin young?
“Tahu apa?” balasku, “Jadi kau benar-benar tidak tahu?” aku sudah tidak sabar lagi sekarang “Yak! Kau jangan berbelit begitu” Yun hye masih mendelik “Kyuhyun telah pergi” apa katanya? Pergi apa maksudnya? “Mwo? Pergi bagaimana maksudmu?”
“Dia ada dibandara sekarang! Ia akan ke New york” jduaar! Aku merasakan petir telah menyambar kepalaku, “Ta tapi kenapa?” aku gelagapan, tak tahu apa yang harus kulakukan sekarang “Intinya bukan itu! Sekarang kau harus menemuinya dibandara sebelum terlambat” Yun hye benar, aku harus menemuinya. Aku segera berlari kekamar untuk memakai mantel. Aku sudah lupa bahwa aku masih memakai piyama ditambah lagi aku yang belum mandi ini, tapi semua itu tidak penting. Aku harus segera ke bandara secepatnya.
Aku dan Yun hye mencegat taksi, kami langsung menuju bandara. Sudah berkali-kali kusuruh supir taksi itu untuk melaju lebih cepat, tapi tetap saja perjalanan ini memakan waktu banyak. Aku cemas tidak akan bertemu dengan setan kecil itu lagi. Sambil memikirkan Kyuhyun, aku tak sadar telah sampai dibandara. Setelah turun dari taksi, aku segera berlari kedalam. Kulihat di pemberitahuan penerbangan ke New york ada di terminal 1E. aku mencari-cari terminal itu tapi tak kunjung ketemu, “Perhatian. Bagi penumpang diterminal 1E harap segera memasuki pesawat , karena pesawat akan segera take off” suara intercom itu membuatku lebih cemas, aku harus menemukan terminal itu secepatnya. Langkah kaki ku telah membawaku ke terminal 1E, tapi diruang tunggu itu tak ada siapa-siapa. Tidak ada seorangpun. Aku terlambat, dari jendela besar ini aku dapat melihat pesawat itu telah take off.
Sekarang aku takkan bisa bertemu dengannya lagi. Lututku terasa lemas, pertahananku roboh dan bendungan air mataku sudah tak mampu kutahan. Aku tersungkur, berlutut kebawah sambil menekankan telapak tanganku pada kaca jendela ini. Baru aku sadar setelah dia pergi. Aku takut tidak bisa bilang bahwa aku mencintainya. Aku mencintainya. Aku jauh-jauh mengejarnya ke bandara tanpa baju yang pantas hanya untuk mengatakan bahwa aku mencintainya. Tapi sekarang aku tidak akan bisa mengatakan padanya. Suaraku tercekat, tapi aku tetap memaksakan untuk mengatakan “Saranghaeyo Cho Kyuhyuun!” aku berteriak dan menangis sejadi-jadinya. Tak peduli orang-orang mau berkata apa.
“Aku tahu kau mencintainya” suara Yun hye membuatku mendongak, lalu memeluknya. “Sudahlah Shin young, tenanglah dulu” ia menepuk-nepuk punggungku sementara aku masih sesenggukan dibahunya.
Author’s POV
“Dia mendapatkan beasiswa ke New york. Dan kakinya juga dioperasi disana, tapi pihak sponsor yang menanggung biayanya” Shin young sedikit lega, setidaknya Kyuhyun pergi kesana agar mimpinya terwujud. “Ini.” Yun hye menyodorkan sepucuk surat kepada Shin young, “Apa ini?” Shin young mengkerutkan dahinya. “Baca saja” Shin young membuka amplop biru yang bergambar bola basket itu, dan mengeluarkan isinya.
Dear Shin young,
Ketika kau membaca surat ini, mungkin aku sudah sampai di New york. Mianhae, jeongmal mianhae. Kau pasti sedih karena aku tak mengabarimu kalau aku mendapat beasiswa ke New york.
Sebenarnya aku sudah mencoba untuk memberitahumu, tapi kau tidak mau menemuiku. Aku tidak tahu kapan aku akan pulang, tapi tunggulah aku.
Aku akan segera pulang dan menyatakan perasaanku padamu
Aku mencintaimu. Saranghaeyo
Tunggulah aku, maka aku akan mengatakan bahwa aku mencintaimu sekali lagi dan pada saat itulah kau harus menjawabnya. Awalnya ku takut terlambat mengatakan hal ini padamu, tapi kurasa tidak.
Walaupun aku jauh disana, aku selalu berada didekatmu. Dan akan selalu memberimu semangat. Aku akan mewujudkan mimpiku disini, kau juga harus mewujudkan mimpimu disana. Ayo sama-sama mewujudkan mimpi! Kita sudah memiliki kalung bintang itu kan. Jadi tidak ada masalah.
Aku tahu ini bukan gayaku, aku tidak pintar dalam menulis surat, haha.
Datanglah ketempat yang sering kita datangi dulu. Aku akan berada disana 4 tahun lagi.
Saranghae yeoung wonhi, Shin young
Setan Kecilmu
-Kyuhyun-
Tes. Tes. Shin young kembali menitikkan airmatanya. Ia mendesah berat, jadi kau mati-matian menemuiku adalah untuk berpamitan padaku? Betapa bodohnya aku. Harusnya aku menemuimu waktu itu. Na do Saranghaeyo Setan kecil. Aku akan selalu menunggumu. Sampai kapanpun.
4 tahun kemudian.
“Cho Kyuhyun, the ‘Little Devil’ telah direkrut oleh team dari kota Chicago yaitu Chicago Bulls. Sejauh ini, pemain asia satu-satunya yang pernah direkrut oleh Chicago Bulls adalah Cho Kyuhyun” Shin young tertawa hambar setelah membaca artikel di tabloid olah raga kesukaannya. “Kau sedang menertawakan apa Yoon Shin young?”
“Ah, Yun hye? Kau sudah disini, wah bersama Hae soon?” Shin young terlihat ceria. “Kyuhyun? Wah hebat sekali dia, Kyuhyun sudah mengharumkan Negara Korea” Yun hye nyerocos sambil sekali-kali meminum vanilla latte milik Shin young, Shin young hanya menghela nafas serta menggeleng-gelengkan kepalanya. “Hae soon-ah, apakah koleksi baju terbaruku jadi kau masukkan dimajalahmu? Lalu modelnya bagaimana? Siapa? Kau saja ya Shin young” Yun hye adalah seorang fashion designer yang cukup berhasil, sedangkan Hae soon mengelola sebuah majalah fashion, sehingga mereka seringkali bekerja sama dalam hal perkerjaan. “Yaah gampanglah, tergantung jadwalku padat atau tidak“ Shin young mengecek jadwalnya di notes.
“Yak, kau tenang saja. Shin young-ah, apa menurutmu Kyuhyun masih ingat pada kita?” tanya Hae soon tiba-tiba.
“Molla, aku tidak tahu. Bagaimana dengan mu dan Yesung ha?” tentu saja Shin young berbohong, dia langsung membelokkan pembicaraan, selama 4 tahun terakhir Kyuhyun memang tak memberi kabar sama sekali. “Hem, begitulah. Dia cuek, hanya musik saja yang ada diotaknya” Hae soon tertawa. “Donghae juga begitu! Dia kan fotografer terkenal, tapi tidak pernah sekalipun memfotoku” Yun hye mengerucutkan bibirnya, sementara kedua temannya tertawa terbahak-bahak. “Aku masih menaruh harapan pada Kibum yang aegyeo itu, tapi dia telah keluar negeri tak tahu kemana” tambah Yun hye. Sekilas Shin young memperhatikan cover yang ada dimajalah itu. Foto Kyuhyun yang memakai seragam Chicago Bulls serta membawa bola basket itu terlihat sangat tampan. Lalu matanya beralih kearah jam tangan yang melekat ditangan kirinya. “Teman-teman, aku pergi dulu yaa. Ada urusan” Shin young keluar dengan tergesa-gesa dari café itu.
Shin young turun dari kereta bawah tanah dan bergegas ke tempat tujuannya. Ia berlari menerobos orang-orang yang berada didepannya. Tak peduli dan terus berlari sampai kehabisan nafas. Sesekali dia berhenti untuk bernafas, tapi kembali berlari. Hingga akhirnya ia sampai ketempat yang tadi ditujunya. Sebuah ayunan yang rindang dengan pohon-pohon disekelilingnya, seorang namja duduk disana sambil tersenyum, memperhatikan benda yang ada ditangannya. “Cho KyuhyunKyuhyun menepuk punggung Shin young dengan lembut “Na do bogoshipo”. Keduanya tersenyum, dan Shin young pun melepaskan tangannya yang melngkar di bahu Kyuhyun.
“Jadi kau sudah masuk ke team Michael Jordan ha?”, Kyuhyun menyeringai “Tentu saja. aku hebatkan”, Shin young hanya terkekeh pelan dan mengibaskan poni yang panjangnya sudah melebihi matanya. “Kau sudah berubah rupanya. Semakin cantik, Rambutmu sudah panjang” Kyuhyun menarik rambut Shin young, “Appo! Little devil” Shin young tertawa mengingat artikel yang tadi dibacanya. Kyuhyun, mendapat julukan itu karena lompatannya yang tinggi dan kecepatan berlari nya yang sungguh menakjubkan?” tanyanya dengan ragu.
Namja yang duduk diayunan itu mendongak, lalu tersenyum lebar “Shin young.”
Shin young hanya mematung, sementara Kyuhyun hanya tersenyum melihat yeoja itu. Didetik lain, Shin young berlari ke ayunan itu dan memeluk Kyuhyun yang hampir terjengkang karena pelukan Shin young, yang seolah-olah tidak mau melepaskannya lagi. “Bogoshipoyo” Shin young berbisik dibahu Kyuhyun, sementara. “Bagaimana dengan kakimu?” Shin young bertanya dengan hati-hati, Kyuhyun kembali tersenyum “Kau tahu sendirikan. Sudah sangat baik” lalu suasana menjadi sedikit canggung mengingat kecelakaan yang menimpa mereka berdua.
“Kau juga hebat yeoja jelek. Sudah menjadi pemain yeoja nomer satu di team nasional Korea” Kyuhyun mengacak-acak rambut hitam Shin young. “Dan, aku sering melihatmu memakai pakaian-pakaian yang dirancang fashion designer terkenal dimajalah. Sebenarnya pekerjaanmu ini apa? Pemain basket atau apa?”
Shin young hanya tertawa geli mendengar kata-kata Kyuhyun barusan, “Kau tahu, aku ini punya dua pekerjaan. Sebagai pemain basket dan model, sungguh bertolak belakang”
Kyuhyun manggut-manggut mengerti, “Aku butuh jawabanmu atas suratku”
Shin young terbelalak dan mengerutkan keningnya, “Apa perlu?” tanyanya singkat.
“Saranghaeyo” Kyuhyun juga membalas singkat, dan menatap lurus mata Shin young. Shin young merasakan pipinya panas dan jantungnya tak berhenti berdebar. “Jadi, eotokkhae?” Kyuhyun kembali bertanya dan membuat Shin young gelagapan.
“Kau jahat padaku.” Ujar Shin young dingin. “Mwo? Jahat? Apa maksudmu?”
“Kau tahu, pada hari keberangkatanmu, aku berlari mengejarmu. Bahkan saat itu aku masih memakai piyama. Tapi kau meninggalkan ku begitu saja disini. Aku sudah sampai diterminal 1E, tapi kau tidak ada. Aku sampai menangis saat itu juga dibandara, aku mengejarmu hanya ingin bilang padamu, Saranghae Cho Kyuhyun” ekspresi Kyuhyun berubah yang awalnya terkejut lalu berubah menjadi lembut, “Saranghae Shin young” katanya sembari tersenyum tipis.
Kyuhyun menggenggam tangan Shin young, “Mimpi kita terwujud” Kyuhyun mengalihkan pandangannya menuju dada nya, bukan. Tapi kalung yang dipakainya. Shin young mengikuti arah pandangan Kyuhyun lalu tersenyum. Ekor matanya segera beralih ke dadanya sendiri. Kalung bintang.
Mereka tersenyum sambil memandangi kalung masing-masing.
END
Huwwaaa!! My Dream nya udah tamaaat. Lalu mereka hidup bahagia selamanyaa. :D






