CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

From Me..

Annyeong haseyo.. Welcome to my blog,please leave a comment or you can follow this blog... Kamshahamnida....

Selasa, 06 September 2011

My Dream part 10

Author : Galuh Lintang
 Cast :         -Yoon Shin Young
-Cho Kyuhyun
-Kim Kibum
-Yesung                           
- Lee Donghae
- Jang Yun Hye
-Other
Genre : Romance, friendship


Kyuhyun’s POV

“Shin young!” aku memanggilnya, tapi ia terus berlari. Sudah tak mungkin kalau aku mengejarnya, larinya sangat kuat. Aku masih belum bisa menerima hal ini, bagaimana mungkin kalau Shin young yang kuselamatkan waktu itu? Kenapa bisa kebetulan begini?

Yun hye mengomeliku habis-habisan, “Kau apakan Shin young? Kenapa sampai menghilang begitu? Aish!” aku hanya diam, percuma meladeni yeoja bawel ini. Aku tidak hanya melihat, aku yang mengalaminya. Shin young, dimana kau sekarang? Aku sungguh khawatir padamu. Aku segera pergi kerumah nya dan benar saja, ia tidak mau keluar untuk menemuiku. Padahal aku ingin berpamitan padamu, Shin young. Aku harus berpamitan padamu sebelum aku pergi. Kini aku sadar akan perasaanku yang aneh terhadapmu, menyukai matamu yang berkilat-kilat, ingin melihatmu tersenyum, dan selalu merindukanmu. Aku menyukaimu, tepatnya aku mencintaimu. Berat untuk meninggalkanmu disini, tapi aku harus pergi. Aku sama sekali tidak bermaksud egois padamu, Shin young. Semoga kau mengerti keadaanku sekarang

            Liburan musim panas. Sore ini aku kembali mengunjungi rumah Shin young untuk ketiga kalinya, berharap semoga dia mau bertemu denganku sebelum aku pergi. Aku tak ingin terlambat untuk mengatakannya, mengatakan bahwa aku mencintainya, bahwa aku harus pergi meninggalkkannya..Segera kuketuk pintu rumah Shin young, sedetik kemudian So eun ahjumma membuka pintunya “Kyuhyun? Maaf Shin young sedang tidak ingin ditemui saat ini” lagi-lagi dia begini, aku harus segera pergi Shin young. Mengertilah. “So eun ahjumma bisa menolongku? Tolong bujuk Shin young agar mau bertemu denganku” aku memohon pada So eun ahjumma,
“Arasso, tunggu disini ya” So eun ahjumma segera masuk dan hilang dari pandanganku

Shin Young’s POV

Aku tidak bisa tidur. Aku tidak bisa makan bahkan basketpun aku sedang tak ingin memainkannya. Bagaimana bisa ini terjadi kami? Pada ku dan Kyuhyun? Kenapa aku yang dia selamatkan waktu itu? Ini adalah takdir. Benar, takdir yang sungguh tak kusangka. Selama ini, ternyata aku yang membuat impiannya hancur, hancur hingga tak bersisa.
Semalaman aku menangis, mengingat memori saat kami sedang bermain basket, berjuang bersama bahkan saat adu mulut. Sekarang, aku bahkan tidak mampu memandang wajahnya lagi, mendengar suaranya dan mencium aromanya. Hatiku belum siap menerima hal ini. Rasa bersalah telah menyelubungi hatiku.

Aku tahu saat ini aku merindukannya, aku ingin melihat senyumnya, ingin mendengar tawanya dan ingin menyentuh wajahnya. Kyuhyun, andai bukan aku yang kau selamatkan, andai kecelakaan itu tidak pernah terjadi mungkin tidak akan begini jadinya.
“Shin young” ku dengar eomma sedang memanggilku dari balik pintu, “Wae eomma” sahutku “Kyuhyun ingin bertemu denganmu sayang” Deg. Kyuhyun? Begitu mendengar nama itu jantungku langsung tida terkontrol. Tapi aku tetap tidak bisa menemuinya “Shireo. Aku tidak mau bertemu dengan Kyuhyun eomma, suruh dia pulang” eomma memutar kenop pintu dan masuk kedalam kamarku, “Shin young, apa kau sedang ada masalah dengan Kyuhyun? Mengapa kau menjadi pemurung begini?” eomma membelai rambutku, sedangkan aku hanya menggeleng “Tidak ada masalah apapun eomma”
“Lalu, kenapa kau tidak mau menemui Kyuhyun?
“Aku sedang malas saja eomma” jawabku asal-asalan
“Kasihan Kyuhyun. Sudah tiga hari ini dia selalu mencarimu. Ingin bertemu denganmu Shin young. Sepertinya ada sesuatu yang penting”
“Aku tidak mau bertemu dengannya eomma. Shireo”
Eomma beranjak dari tempat tidur ku sembari berkata “Arasso, eomma akan bilang padanya” tak lama kemudian aku mendengar eomma menyuruh Kyuhyun pulang. Aku memang benar-benar tidak mau bertemu dengannya saat ini. Setelah memikirkan kejadian yang menimpaku akhir-akhir ini, aku terlelap dalam mimpi indahku.

            Sinar matahari membuatku mengerjapkan mataku beberapa kali, pukul 8, sudah pagi rupanya. Aku merasakan perutku keroncongan, aku ingat belum makan dari kemarin. Aku segera menuju dapur, “Shin young, eomma dan appa pergi dulu, kami ada acara. Jaga rumah dengan baik ya” eomma mengecup keningku. “Ne~eomma” jawabku singkat
Aku memakan dua roti tawar dengan selai kacang kesukaan ku. Tiba-tiba ada suara cempreng terdengar dari luar “SHIN YOUNG! CEPAT BUKA PINTUNYAA” pasti suara Yun hye, suara siapa lagi. “Hm? Ada apa sih?”
Yun hye mendelik padaku, ekspresi wajahnya berubah “Kau tidak tahu Shin young?
“Tahu apa?” balasku, “Jadi kau benar-benar tidak tahu?” aku sudah tidak sabar lagi sekarang “Yak! Kau jangan berbelit begitu” Yun hye masih mendelik “Kyuhyun telah pergi” apa katanya? Pergi apa maksudnya? “Mwo? Pergi bagaimana maksudmu?”
“Dia ada dibandara sekarang! Ia akan ke New york” jduaar! Aku merasakan petir telah menyambar kepalaku, “Ta tapi kenapa?” aku gelagapan, tak tahu apa yang harus kulakukan sekarang “Intinya bukan itu! Sekarang kau harus menemuinya dibandara sebelum terlambat” Yun hye benar, aku harus menemuinya. Aku segera berlari kekamar untuk memakai mantel. Aku sudah lupa bahwa aku masih memakai piyama ditambah lagi aku yang belum mandi ini, tapi semua itu tidak penting. Aku harus segera ke bandara secepatnya.
Aku dan Yun hye mencegat taksi, kami langsung menuju bandara. Sudah berkali-kali kusuruh supir taksi itu untuk melaju lebih cepat, tapi tetap saja perjalanan ini memakan waktu banyak. Aku cemas tidak akan bertemu dengan setan kecil itu lagi. Sambil memikirkan Kyuhyun, aku tak sadar telah sampai dibandara. Setelah turun dari taksi, aku segera berlari kedalam. Kulihat di pemberitahuan penerbangan ke New york ada di terminal 1E. aku mencari-cari terminal itu tapi tak kunjung ketemu, “Perhatian. Bagi penumpang diterminal 1E harap segera memasuki pesawat , karena pesawat akan segera take off” suara intercom itu membuatku lebih cemas, aku harus menemukan terminal itu secepatnya. Langkah kaki ku telah membawaku ke terminal 1E, tapi diruang tunggu itu tak ada siapa-siapa. Tidak ada seorangpun. Aku terlambat, dari jendela besar ini aku dapat melihat pesawat itu telah take off.

 Sekarang aku takkan bisa bertemu dengannya lagi. Lututku terasa lemas, pertahananku roboh dan bendungan air mataku sudah tak mampu kutahan. Aku tersungkur, berlutut kebawah sambil menekankan telapak tanganku pada kaca jendela ini. Baru aku sadar setelah dia pergi. Aku takut tidak bisa bilang bahwa aku mencintainya. Aku mencintainya. Aku jauh-jauh mengejarnya ke bandara tanpa baju yang pantas hanya untuk mengatakan bahwa aku mencintainya. Tapi sekarang aku tidak akan bisa mengatakan padanya. Suaraku tercekat, tapi aku tetap memaksakan untuk mengatakan “Saranghaeyo Cho Kyuhyuun!” aku berteriak dan menangis sejadi-jadinya. Tak peduli orang-orang mau berkata apa.

“Aku tahu kau mencintainya” suara Yun hye membuatku mendongak, lalu memeluknya. “Sudahlah Shin young, tenanglah dulu” ia menepuk-nepuk punggungku sementara aku masih sesenggukan dibahunya.

Author’s POV

            “Dia mendapatkan beasiswa ke New york. Dan kakinya juga dioperasi disana, tapi pihak sponsor yang menanggung biayanya” Shin young sedikit lega, setidaknya Kyuhyun pergi kesana agar mimpinya terwujud. “Ini.” Yun hye menyodorkan sepucuk surat kepada Shin young, “Apa ini?” Shin young mengkerutkan dahinya. “Baca saja” Shin young membuka amplop biru yang bergambar bola basket itu, dan mengeluarkan isinya.

Dear Shin young,

Ketika kau membaca surat ini, mungkin aku sudah sampai di New york. Mianhae, jeongmal mianhae. Kau pasti sedih karena aku tak mengabarimu kalau aku mendapat beasiswa ke New york.
Sebenarnya aku sudah mencoba untuk memberitahumu, tapi kau tidak mau menemuiku. Aku tidak tahu kapan aku akan pulang, tapi tunggulah aku.
Aku akan segera pulang dan menyatakan perasaanku padamu
Aku mencintaimu. Saranghaeyo
Tunggulah aku, maka aku akan mengatakan bahwa aku mencintaimu sekali lagi dan pada saat itulah kau harus menjawabnya. Awalnya ku takut terlambat mengatakan hal ini padamu, tapi kurasa tidak.
Walaupun aku jauh disana, aku selalu berada didekatmu. Dan akan selalu memberimu semangat. Aku akan mewujudkan mimpiku disini, kau juga harus mewujudkan mimpimu disana. Ayo sama-sama mewujudkan mimpi! Kita sudah memiliki kalung bintang itu kan. Jadi tidak ada masalah.
Aku tahu ini bukan gayaku, aku tidak pintar dalam menulis surat, haha.
Datanglah ketempat yang sering kita datangi dulu. Aku akan berada disana 4 tahun lagi.
Saranghae yeoung wonhi, Shin young

Setan Kecilmu
-Kyuhyun-


Tes. Tes. Shin young kembali menitikkan airmatanya. Ia mendesah berat, jadi kau mati-matian menemuiku adalah untuk berpamitan padaku? Betapa bodohnya aku. Harusnya aku menemuimu waktu itu. Na do Saranghaeyo Setan kecil. Aku akan selalu menunggumu. Sampai kapanpun.


4 tahun kemudian.

“Cho Kyuhyun, the ‘Little Devil’ telah direkrut oleh team dari kota Chicago yaitu Chicago Bulls. Sejauh ini, pemain asia satu-satunya yang pernah direkrut oleh Chicago Bulls adalah Cho Kyuhyun” Shin young tertawa hambar setelah membaca artikel di tabloid olah raga kesukaannya. “Kau sedang menertawakan apa Yoon Shin young?”
“Ah, Yun hye? Kau sudah disini, wah bersama Hae soon?” Shin young terlihat ceria. “Kyuhyun? Wah hebat sekali dia, Kyuhyun sudah mengharumkan Negara Korea” Yun hye nyerocos sambil sekali-kali meminum vanilla latte milik Shin young, Shin young hanya menghela nafas serta menggeleng-gelengkan kepalanya. “Hae soon-ah, apakah koleksi baju terbaruku jadi kau masukkan dimajalahmu? Lalu modelnya bagaimana? Siapa? Kau saja ya Shin young” Yun hye adalah seorang fashion designer yang cukup berhasil, sedangkan Hae soon mengelola sebuah majalah fashion, sehingga mereka seringkali bekerja sama dalam hal perkerjaan. “Yaah gampanglah, tergantung jadwalku padat atau tidak“ Shin young mengecek jadwalnya di notes.
 “Yak, kau tenang saja. Shin young-ah, apa menurutmu Kyuhyun masih ingat pada kita?” tanya Hae soon tiba-tiba.
“Molla, aku tidak tahu. Bagaimana dengan mu dan Yesung ha?” tentu saja Shin young berbohong, dia langsung membelokkan pembicaraan, selama 4 tahun terakhir Kyuhyun memang tak memberi kabar sama sekali. “Hem, begitulah. Dia cuek, hanya musik saja yang ada diotaknya” Hae soon tertawa. “Donghae juga begitu! Dia kan fotografer terkenal, tapi tidak pernah sekalipun memfotoku” Yun hye mengerucutkan bibirnya, sementara kedua temannya tertawa terbahak-bahak. “Aku masih menaruh harapan pada Kibum yang aegyeo itu, tapi dia telah keluar negeri tak tahu kemana” tambah Yun hye. Sekilas Shin young memperhatikan cover yang ada dimajalah itu. Foto Kyuhyun yang memakai seragam Chicago Bulls serta membawa bola basket itu terlihat sangat tampan. Lalu matanya beralih kearah jam tangan yang melekat ditangan kirinya. “Teman-teman, aku pergi dulu yaa. Ada urusan” Shin young keluar dengan tergesa-gesa dari café itu.

            Shin young turun dari kereta bawah tanah dan bergegas ke tempat tujuannya. Ia berlari menerobos orang-orang yang berada didepannya. Tak peduli dan terus berlari sampai kehabisan nafas. Sesekali dia berhenti untuk bernafas, tapi kembali berlari. Hingga akhirnya ia sampai ketempat yang tadi ditujunya. Sebuah ayunan yang rindang dengan pohon-pohon disekelilingnya, seorang namja duduk disana sambil tersenyum, memperhatikan benda yang ada ditangannya. “Cho KyuhyunKyuhyun menepuk punggung Shin young dengan lembut “Na do bogoshipo”. Keduanya tersenyum, dan Shin young pun melepaskan tangannya yang melngkar di bahu Kyuhyun.

“Jadi kau sudah masuk ke team Michael Jordan ha?”, Kyuhyun menyeringai “Tentu saja. aku hebatkan”, Shin young hanya terkekeh pelan dan mengibaskan poni yang panjangnya sudah melebihi matanya. “Kau sudah berubah rupanya. Semakin cantik, Rambutmu sudah panjang” Kyuhyun menarik rambut Shin young, “Appo! Little devil” Shin young tertawa mengingat artikel yang tadi dibacanya. Kyuhyun, mendapat julukan itu karena lompatannya yang tinggi dan kecepatan berlari nya yang sungguh menakjubkan?” tanyanya dengan ragu.
Namja yang duduk diayunan itu mendongak, lalu tersenyum lebar “Shin young.”
Shin young hanya mematung, sementara Kyuhyun hanya tersenyum melihat yeoja itu. Didetik lain, Shin young berlari ke ayunan itu dan memeluk Kyuhyun yang hampir terjengkang karena pelukan Shin young, yang seolah-olah tidak mau melepaskannya lagi. “Bogoshipoyo” Shin young berbisik dibahu Kyuhyun, sementara. “Bagaimana dengan kakimu?” Shin young bertanya dengan hati-hati, Kyuhyun kembali tersenyum “Kau tahu sendirikan. Sudah sangat baik” lalu suasana menjadi sedikit canggung mengingat kecelakaan yang menimpa mereka berdua.
“Kau juga hebat yeoja jelek. Sudah menjadi pemain yeoja nomer satu di team nasional Korea” Kyuhyun mengacak-acak rambut hitam Shin young. “Dan, aku sering melihatmu memakai pakaian-pakaian yang dirancang fashion designer terkenal dimajalah. Sebenarnya pekerjaanmu ini apa? Pemain basket atau apa?”
Shin young hanya tertawa geli mendengar kata-kata Kyuhyun barusan, “Kau tahu, aku ini punya dua pekerjaan. Sebagai pemain basket dan model, sungguh bertolak belakang”
Kyuhyun manggut-manggut mengerti, “Aku butuh jawabanmu atas suratku”
Shin young terbelalak dan mengerutkan keningnya, “Apa perlu?” tanyanya singkat.
“Saranghaeyo” Kyuhyun juga membalas singkat, dan menatap lurus mata Shin young. Shin young merasakan pipinya panas dan jantungnya tak berhenti berdebar. “Jadi, eotokkhae?” Kyuhyun kembali bertanya dan membuat Shin young gelagapan.
“Kau jahat padaku.” Ujar Shin young dingin. “Mwo? Jahat? Apa maksudmu?”
“Kau tahu, pada hari keberangkatanmu, aku berlari mengejarmu. Bahkan saat itu aku masih memakai piyama. Tapi kau meninggalkan ku begitu saja disini. Aku sudah sampai diterminal 1E, tapi kau tidak ada. Aku sampai menangis saat itu juga dibandara, aku mengejarmu hanya ingin bilang padamu, Saranghae Cho Kyuhyun” ekspresi Kyuhyun berubah yang awalnya terkejut lalu berubah menjadi lembut, “Saranghae Shin young” katanya sembari tersenyum tipis.
Kyuhyun menggenggam tangan Shin young, “Mimpi kita terwujud” Kyuhyun mengalihkan pandangannya menuju dada nya, bukan. Tapi kalung yang dipakainya. Shin young mengikuti arah pandangan Kyuhyun lalu tersenyum. Ekor matanya segera beralih ke dadanya sendiri. Kalung bintang.

Mereka tersenyum sambil memandangi kalung masing-masing.

END

Huwwaaa!! My Dream nya udah tamaaat. Lalu mereka hidup bahagia selamanyaa. :D



Senin, 05 September 2011

Angel Without Wings part 3

Tittle : Angel Without Wings
Author : Galuh Lintang
Cast :   -Cho Ahra
            -Park Jungsoo aka Leeteuk
            -Lee Donghae
            -Cho Kyuhyun
            -All member Super Junior
            -Other
Genre : Terserah readers mau nyebut ff ini genre apah

Peringatan! Ini hanya imajinasi author. Semoga ff ini memuaskan buat readers sekalian.
Chekidot!

Leeteuk’s POV

Kami mengerjapkan mata beberapa kali, sedangkan bencong tega itu pingsan dipelukan Shindong. Apakah yang dijadikan kayu bakar oleh Ahra itu nyata? Box kesayangannya Heebum telah tewas (?) mengenaskan menjadi arang (readers tau box bayi yang dari kayu itu kan? Yaa kira2 gitu lah). Heechul pasti shock melihatnya, Ahra—kau benar-benar yeoja yang sungguh aneh, benar-benar aneh. Kau berasal dari planet mana sih?
“Itu, box nya Heebum ya? Yang dibeli Heechul hyung seharga 20 ribu won di paris?” Yesung mengucek matanya beberapa kali seakan tak percaya, sedangkan member lain mematung ditempat. Aku hanya bisa menghela napas panjang. Kyu, noonamu ini sama sepertimu. Jago sekali membuat kami mati ditempat, serangan jantung dan gangguan kehamilan.

“Ahra-ssi, kau dapat box itu dari mana?” tanyaku dan dongsaeng-dongsaengku ini masih mematung. Ahra menautkan alisnya, “Box itu apa?”. Oh mai gat! Aku bisa gilaa jika berhadapan dengan yeoja desa inii.
“Itu, yang kau jadikan kayu bakar.” Aku menunjuk arang itu dengan daguku. Ahra tersenyum, “Ooh, tadi aku lihat digudang. Yasudah aku pakai buat kayu bakar saja” jawabnya santai. Aigoo! Heechul bisa serangan jantung kalau begini ceritanya. “MWO?! AHRA-SSI, AKU AKAN MENGAJARIMU MENJADI ORANG YANG ‘BENAR’!!” Heechul berteriak dan mengacak-acak rambutnya, member yang lain malah tertawa terpingkal-pingkal. Ya tuhan, semenjak yeoja jelek itu tinggal disini keadaan dorm berubah drastis. Menjadi sangat ramai, dan Heechul lah yang sepertinya tersiksa.

“HUAHAHAHA! Mampus kau hyung! Noona, kau akan jadi pengikutku.” Heechul langsung menjitak kepala Kyu. “Yak! Dasar kau kyutu kupret!” mereka semua  tertawa melihat Heechul dan Kyuhyun sementara telingaku mendengar Ahra mulai terisak, “Hiks, hiks”. Kami semua langsung mengalihkan mata kami menuju Ahra yang menangis. “Ahra-ssi? Kenapa kau menangis?” kulihat Donghae mendekatinya, “Kata Heechul oppa, dia mau mengajariku menjadi orang yang benar. Berarti aku yang sekarang bukan orang yang benar kan?”

Kami semua jumpalikan (?) sekarang.

##

@Ruang latihan

Kami semua—kecuali Ahra tentunya—sedang mengadakan arisan (?) eh, rapat maksudnya. Kami sudah siap dengan proposal masing-masing. “Jadi bagaimana, hyung?” si kyutu kampret bersuara duluan. Kami saling melihat satu sama lain, “Aku akan memberi masing-masing tugas pada kalian.” Terlihat semua member saling mengerutkan dahinya, aku sudah tahu akan rencana Heechul yang semalam sudah didiskusikan denganku. “Tugas apa hyung? Kami—Teuk hyung, aku, Yesung hyung, monyet, ikan, dan Shindong hyung—harus menghadiri acara varety show di SBS sore ini, sedangkan Sungmin dan Siwon hyung ada pemotretan SPAO.” Kyu kembali bersuara, sedangkan member lain mengangguk ria.

“Kau diam dulu Kyutu kupret! Jadi begini tugasnya, Aku mengajari Ahra memakai make up dan memperbaiki penampilannya. Jong woon dan Kyuhyun mengajar vokal. Ryeowook, kau mengajari Ahra memasak dan menggunakan peralatan dapur tapi kau juga bisa membantu Jong woon untuk melatih vokal Ahra. Shindong dan Jungsoo, kalian akan mengajar Ahra untuk berbicara didepan umum seperti wartawan dan pers, dan perbaiki juga aksen bicaranya. Donghae dan Hyukjae mengajari Ahra dance. Lalu, Sungmin dan Siwon akan mengajari Ahra fitness. Arasso?” semua yang ada diruangan ini terlihat bingung dan saling memandang satu sama lain.
“Ah hyung, untuk apa Ahra belajar Dance?”
“Hyung, mengapa Ahra harus bisa menyanyi?”
“Lalu kenapa Ahra ikut fitness?”
“Nama bapaknya Krisdayanti siapa?”
“YAK! Kalian semua diam dulu! Kalau mau bertanya satu-satu dong. Semua itu agar Ahra tidak dipandang rendah oleh idol lain. Ahra sebagai noona dari kyutu kampret ini harus PERFECT.” Heechul menjelaskan tugas-tugas untuk kami, aku tidak terlalu yakin ini bisa berjalan dengan lancar. Firasat ku tidak enak. “Hari ini waktunya Heechul yang akan mengajari yeoja itu” Heechul menepuk dadanya seakan mau ikut berpartisipasi dalam perang Korea selatan dan Korea utara, lalu matanya berapi-api penuh dendam (?). semoga saja yeoja desa itu selamat.

“Baik, semua sudah mengerti tugas masing-masing. Aku akan memberikan jadwal untuk tugas kalian. Ayo kita harus ke studio SBS sekarang.”

Heechul’s Time

Heechul menggedor pintu kamar Ahra, “Ahraa-ssi! Buka pintunya, kajja”. Beberapa detik kemudian sang empunya kamar membuka pintunya, matanya terbelalak ketika melihat siapa yang telah menggedor kamarnya. “Heechul oppa? Wae..waeyo?” Heechul berkacak pinggang, “Hari ini adalah hari special. Ganti bajumu, aku akan mengajakmu jalan-jalan.” Ia mendorong Ahra masuk lalu menutup pintunya.

Beberapa menit kemudian Ahra keluar dari kamarnya, lalu segera menuju ke ruang tamu tempat Heechul menunggunya. “Heechul oppa? Aku sudah siap.” Heechul yang duduk membelakangi Ahra langsung membalikkan badannya. Bibirnya membulat, matanya terbelalak selama beberapa detik. “YAK! AHRA-SSI, KENAPA KAU PAKAI HANBOK *baju tradisional korea* HAH???!!!” Ia berteriak hingga getarannya bisa diprediksi sekitar 20 skala richter (?)
Ahra terlihat terkejut, “Wae oppa? Katamu hari ini hari special entah special itu apa tapi menurutku seperti hari festival. Makanya aku pakai hanbok.” Jawab Ahra sambil tersenyum manis. Sedangkan Heechul masih mati suri.

Dengan baju barunya—sweater merah tebal punya Heechul dan rok biru donker semata kaki *bayangin aja warna merah pekat+biru donker jadi apa* ditambah dengan sandal jepit swallow (??) Ahra sudah siap untuk pergi dengan Heechul. Heechul memakai kacamata hitam lebar yang menutupi separuh wajahnya dan syal yang dibebetnya sampai bawah hidung.
“Kita mau pergi kemana sih, oppa?” Ahra mengawali obrolan didalam mobil, Heechul hanya mendecak, “Sudah kau diam saja. kau akan berubah menjadi power rangers (?) hari ini” Ahra kembali diam, walau dia ingin sekali bertanya apa itu power rangers, dia tahu kalau bertanya lagi ia pasti ditelan hidup-hidup oleh Heechul. Mereka kini sampai di depan sebuah bangunan, tepatnya ‘salon’, lalu mereka masuk kedalamnya. “Ini dimana oppa?” Dia mengerjapkan matanya seperti anak manusia yang hilang. Heechul menatapnya risih. “Kau duduk disitu, ini namanya salon.”
Ahra mengernyit tidak mengerti, “Salon itu apa? Sejenis ikan?” tanyanya singkat. Heechul kembali ternganga. “Itu Salmon!! Astaghfirullaah (?) kau ini berasal dari planet hah? Kenapa semua-semua kau tidak tahu? Omonaa!” Heechul terlihat frustasi menghadapi Ahra sedangkan Ahra hanya senyum-senyum.

“Rie~ya noona, ubah yeoja ini jadi Cinderella. Oke?” Heechul menepuk bahu yeoja modis yang kira-kira sudah berumur 35 tahunan, yeoja itu terkekeh pelan lalu mengangguk. Dengan sigap, ia memasangkan handuk di rambut Ahra lalu memelintirnya keatas. Ahra hanya melihat wajahnya dicermin sambil terus berpikir ‘aku ini jelek ya?

Na rie mengoleskan seseuatu cream putih kewajah Ahra, Ahra melotot “Chakkaman! Apa ini? Kenapa seperti kotoran anjing (?)?” Na rie juga ikut melotot sekarang lalu tertawa, “Mwoya? Kotoran anjing katamu? Hahaha, ini akan mempercantik wajahmu tahu. Kau diam saja ya” Na rie kembali mengoleskan cream putih itu kewajah Ahra. Heechul hanya membaca majalah sambil sesekali melihat Ahra, hanya ingin memastikan bahwa yeoja itu tidak melakukan hal yang aneh-aneh.
Setelah berkutat dengan wajah, Na rie mulai berkutat dengan rambut Ahra yang panjang dan hitam. Raambut hitam sepunggung itu dipelintir-pelintir, dicuci, dibilas, dicolouring, di rebounding, di smoothing, di hair mask, di creambath, dan di di yang lain. Setelah tiga puluh menit Ahra dibenahi, Na rie langsung membawa Ahra kedepan Heechul. “Chul~ah! Lihat lah hasil karyaku.” Heechul yang sedang sibuk ber-twitter-ria langsung mendongak, lalu tercengang.

“Siapa yeoja ini, Rie~ya?” Heechul tergagap sambil terus menatap yeoja yang ada disebelah Na rie, tawa Na rie menggelegar, lalu tidak berkomentar apapun. Ahra terlihat berbeda, sangat cantik. Rambutnya yang biasanya kusut dan tidak pernah dimodifikaski kini menjadi panjang terlihat spiral dan sedikit kecoklatan. Wajahnya cerah, dan pipinya terlihat semburat kemerahan. Ia tersenyum sangat manis pada Heechul yang masih mengerjap-kerjapkan matanya. “Setelah ini, kita akan pergi kemana, oppa?” Suara Ahra membuyarkan lamunan Heechul. “Eh? Kita akan ke boutique.”

@Boutique Chan Yeon

Ahra menatap mannequin-manequin didalam boutique penuh arti (?). dia memiringkan kepalanya dan menggigit bibir bawahnya, “Waeyo Ahra-ssi?” Heechul ikut melihat mannequin itu. “Ah, ani oppa. Hanya saja, apakah mereka ini orang seperti kita? Kenapa mereka dingin dan kaku begitu?” hyaaakk doeeengg! Heechul ternganga selama 15 detik. “Ya allah ya rabbi! (?) kau ini benar-benar berasal dari bumi kah Ahra? Ini namanya mannequin. Patung yang mirip manusia. Ara?” Heechul mulai ilfill lagi pada Ahra. “Heechul oppa? Tumben kesini?” seorang yeoja berambut pendek pirang sebahu menepuk bahu Heechul, lalu tersenyum manis. “Apa yang bisa ku bantu?”

##

Heechul mengamati Ahra dengan cermat dari ujung rambut hingga jempol kaki, “Hm, tidak cocok. Ganti yang lain!”. Ahra terlihat lelah bergonta-ganti pakaian dari tadi, padahal baju nya kali ini—kemeja putih yang dibalut dengan cardigan tebal biru langit ditambah rok jeans biru mini dan syal putih—membuatnya terlihat sangat manis. Mereka hanya mendapat 5 stell baju selama satu jam penuh.
Kali ini Heechul tersenyum melihat Ahra yang memakai celana jeans biru ketat yang robek-robek, serta baju loose abu-abu yang kedodoran membalut lembut tubuh sempurnanya. “Cocok. Ayo pilih yang lain lagi.” Ahra menghela napas berat, ia sudah kelelahan melepas dan memakai baju yang dipilih oleh Heechul. “Oppa, aku capek. Pulang saja ya?” pintanya setengah memohon. Heechul dengan tegas menggelengkan kepalanya, “Aniya. Andwe. Kita harus memilih baju untukmu lebih banyak lagi.”
Ahra menyerah.

            “Dimana noonaku? Sekarang sudah pukul 8 malam tapi kenapa dia dan Heechul belum pulang?” Kyu mondar-mandir didepan tivi dan menghalangi hyung-hyungnya yang sedang melihat drama ‘Endless love’. “Kyu! Minggir dulu dong, nggak kelihatan nih!” Eunhyuk melempar bantal sofa kearahnya, Kyuhyun dengan sigap menghindar dan bantal itu sukses mendarat di kepala sang leader. “Aish! Apa sih? Ribut dari tadi!” Leeteuk memungut bantal lalu melemparkan bantal itu ke Eunhyuk, ternyata salah sasaran sehingga mengenai wajah Donghae yang berada disebelah Eunhyuk, sedang terisak. “Kalian bisa diam tidak? Episode ini sedang sedih-sedihnya, hiks” semua orang yang ada diruangan menepuk jidat masing-masing.
“Noonaku dimannaaaaaa—happ!” mulut Kyuhyun dibekapYesung, dia terlihat terganggu dengan suara-suara setan, “Diamlah sebentar kyutu busuk! Aku sedang melatih suaraku.” Yesung menjitak kepala Kyuhyun. Beberapa detik kemudian terdengar lagi suara dari depan, “Siapa lagi sih ini?!” Yesung bersungut-sungut lalu membuka pintu dorm. “Heechul hyung? Eh, ini siapa?” ia melihat yeoja yang ada disebelah Heechul.
“Yeoja ini? Dia noona si maknae durhaka itu.” Jawabnya santai lalu masuk kedalam diikuti dengan Ahra, sementara Yesung masih linglung dan mematung.

“Siapa yeoja itu hyung?”
“Hyung, kau membawa yeoja kedorm?”
“Kita tidak boleh membawa yeoja kesini, hyung”
“Noonaakuu dimaanaaaa!!”
“Pacar barumu chul~ah?”
“Aigoo~dia manis sekalii.”
“Benar, mirip inul daratista (?)”
“SEMUANYA DIAM DULU!!” Heechul berteriak menggunakan toa masjid setempat, semua member mengunci rapat bibir masing-masing. Hening.
“Perkenalkan, dia Cho Ahra.” Heechul mendorong bahu Ahra kedepan agar terlihat Leeteuk cs. Mereka—Semua member Super Junior ternganga. “Ahra? Ahra noonanya Kyuturunan setan ini?” Eunhyuk dijitak Kyuhuyun, “Monyet! Benar dia ini noonaku. Cantik kan? Tentu saja. Aku kan juga ganteng.” Mereka menjitak kepalanya.
“Ahra-ssi? Kau cantik sekali” Donghae mencubit pipi Ahra yang kemerahan. Ahra tersenyum manis,  selang beberapa detik Leeteuk berdeham. Dan Donghae melepaskan tangannya dari wajah Ahra.
“Eottokhe? Tugasku berhasil kan. Sekarang giliran kalian…”

TBC

Hadeeehh, author bikin ini part pake sistem kebut semalam -__- *curcol.
Oke okee, maap yah kalo part ini rada gaje *plakk. Ntar bakal diceritain satu-satu kesulitan para member dalam mengajar Ahra, wakakakak! Karena Heechul yang barusan wamil, jadi yaah part dia nih yang paling panjang, ~kekekeke

Di lanjut kaga ffnya??
Comment yang banyak yaaaa! ^^ *bow

Angel Without Wings part 2

Tittle : Angel Without Wings
Author : Galuh Lintang
Cast :   -Cho Ahra
            -Park Jungsoo aka Leeteuk
            -Lee Donghae
            -Cho Kyuhyun
            -All member Super Junior
            -Other
Genre : Terserah readers mau nyebut ff ini genre apah

Peringatan! Ini hanya imajinasi author. Semoga ff ini memuaskan buat readers sekalian.
Chekidot!

Ahra’s POV

“Kau mencuci apa saja Ahra-ssi?” mereka bertanya hampir bersamaan
“Aku mencuci baju, celana panjang, celana pendek, lalu ada juga yang celana nya bebentuk segi tiga. Ada juga celana yang sangat pendek bergambar hati.” Jelasku sambil mengingat-ingat yang telah kucuci tadi
“Ah..” semua namja itu kembali pingsan. Semua ini salahku, betapa bodohnya aku ini.

Tiba-tiba Kyuhyun berkata sambil memegang perutnya “Aah hyung aku lapar, bagaimana kalau kita makan malam sekarang? Noona, kau sudah makan?” aku menggelengkan kepalaku dengan lemah, aku sungguh menyesal atas perbuatanku hari ini. Rasa laparku hilang seketika. “Ide yang bagus Kyu, aku akan memasak” namja yang tadi dipanggil Ryeowook menyetujui usul Kyuhyun. “Ahra-ya, kau mau membantuku?” wajahku langsung berubah cerah, semoga saja kali ini aku dapat membantu, “Bolehkah? Aku bisa memasak kok”
Aku membantu Ryeowook didapur, “Ahra-ya, bisa kah kau mengambil sekaleng kimchi instan di kulkas?” Ryeowook bertanya padaku tapi matanya masih tertuju dengan apa yang sedang digorengnya. Aku tidak tahu sekaleng kimchi instan itu bagaimana, kulkas itu apa? Aku benar-benar tidak cocok tinggal dikota besar seperti ini, aku lebih senang tinggal didesa Hwahn bersama Geum ahjumma. Tapi Geum ahjumma sudah meninggal 3 bulan yang lalu. “Ahra-ya?” suara Ryeowook menyadarkanku dari lamunan, aku ragu bertanya pada Ryeowook tetapi aku benar-benar tidak tahu apa yang tadi dimintanya, “Mm Ryeowook-ssi, aku tidak tahu yang namanya kulkas. Kulkas itu benda seperti apa?” aku melontarkan pertanyaan yang sedari tadi berputar di kepalaku, Ryeowook memandangku sebentar lalu terkekeh pelan, “Kau tidak tahu? Itu kotak besar yang ada disebelahmu” ia menunjuk kotak yang dimaksudnya, aku menengok kesebelahku ternyata ini yang namanya kulkas.

Aku segera membuka pintu kulkas ini dan mendapati hawa dingin keluar dari kotak besar ini! Bagaimana bisa ada es didalamnya? “Wakh! Ryeowook-ssi, bagaimana bisa ada salju di dalam kulkas?” aku terbelalak tak percaya. Ryeowook kembali terkekeh, “Tentu saja. nama lain kulkas adalah lemari es, biasanya kami menyimpan makanan disitu. Nah, bisakah kau mengambil kaleng kimchi instan didaalam situ?” aku segera melihat kedalam kulkas, ternyata banyak sekali makanan yang disimpan disini. Mataku menyusuri setiap seluk-beluk didalam kotak ini, ku ambil satu kaleng yang bertuliskan “Kimchi Instan” lalu kuberikan pada Ryeowook yang sedang berkutat dengan masakannya. “Kau tahu kimchi instan?”
Aku memang orang pedalaman yang tidak tahu apa-apa soal benda-benda aneh seperti kulkas atau kenop pintu yang bisa mengeluarkan air, tapi aku bisa membaca. Walaupun aku tidak pernah sekolah karena keterbatasan biaya. Lagi pula rumahku jauh sekali dari sekolah. Geum ahjumma lah yang selama ini mengajariku. Sopan santunpun aku telah diajari olehnya. “Aku membaca, Ryeowook-ssi” jawabku datar, sedangkan ia hanya tersenyum “Ara, arasso”

Leeteuk’s POV

            Kami semua tengah duduk dimeja makan sambil menunggu makanan siap. Satu hal yang baru aku sadari : ternyata mengurus orang pedalaman itu sulit. Bagaimana bisa yeoja itu tidak dapat membedakan antara detergen, cairan pel dan sabun colek? Kepalaku semakin pusing. Aku melihat yeoja itu dengan pakaian ‘aneh’ maksudku dengan rok panjangnya dan sweeter hijau yang sangat tebal itu terlihat berbeda, kurasa saat ini tidak begitu dingin tapi cara berpakaian nya sudah seperti orang Eskimo dan rambutnya itu sama sekali tidak pernah digerai atau dimodel. Aku semakin ilfill saja dengan yeoja itu. Ia membawa piring berisi makanan, dan meletakkan nya dimeja.
Kami makan malam dalam suasana hening hingga Heechul pun angkat bicara,

 “Nona Ahra, kami semua sangat senang bila kau membantu kami dalam mengurus dorm. Tapi kami semua bisa mengurus diri masing-masing. Jadi kau tidak perlu melakukan itu semua, apalagi kau baru tinggal sehari disini.” semua member langsung mengalihkan pandangannya ke Ahra. Mereka semua pasti tahu kalau Ahra adalah gadis yang sangat polos dan pasti hatinya mudah sekali terluka.

“Ne~arasso oppa” yeoja yang duduk disebelahku terbata sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam, semua member terlihat sedih dan merasa bersalah, “Wah, makanan nya enak sekali wookie-ah.” Shin dong berusaha mencairkan suasana. Dan Kyuhyun, sepertinya tidak tega melihat noonya yang ‘aneh’ itu dimarahi Heechul. “Tentu saja hyung. Ahra-ssi membantuku” Ryeowook tersenyum kecil dan melihat Ahra yang juga tersenyum miris. Lalu kami melanjutkan makan malam dengan suasana agak canggung kecuali Heechul, sifat tega nya itu benar-benar…
“Jungsoo, Kyuhyun. Setelah makan malam ini aku ingin bicara dengan kalian” ujar Heechul datar. Aku berani taruhan, pasti ia ingin membicarakan sesuatu tentang Ahra. Ahra kembali membantu Hyukjae yang mendapat bagian mencuci piring malam ini, dan kupastikan dia tidak salah menggunakan sabun lagi. Lalu aku dan Kyuhyun segera keruang latihan dilantai atas.

“Hyung mau bicara apa?” tanya Kyuhyun tanpa basa-basi langsung ke titik permasalahan, dia duduk disebelahku dan berhadapan dengan Heechul. Kami semua duduk dilantai kayu. “Kau tahu bagaimana keadaan noonamu kan? Apa kau mau mempublikasikan dia sebagai noonamu secepatnya? Pikirkan lagi Kyu” aku tahu apa yang akan Heechul katakan pada kami, tapi aku lebih memilih diam dan berpikir. Yang dikatakan Heechul memang benar, apa harus dipublikasi secepat itu? Ditambah lagi penampilan Ahra dan tingkah laku nya, aksen bicaranya sungguh aneh. Maksudku, dia tidak terlihat seperti kakak seorang idol kan? Malah lebih terlihat seperti ‘pembantunya’.
“Maksud hyung bagaimana sih?” sudahlah Heechul, percuma kau bicara dengan maknae pabo ini *author ditabok kyu*. Heechul menghela nafas panjang “Begini Kyu, kau tahu sendiri noonamu itu berasal dari pedalaman atau desa yang sangat terpencil atau seperti itulah. Kurasa, noonamu belum pantas untuk dipublikasikan ke pers dan wartawan.” Kyuhyun mendelik menatap Heechul. Mungkin kata-kata Heechul barusan menyinggungnya tapi aku setuju dengan Heechul.

“Dia benar Kyu, mungkin kita harus mengunggu satu atau dua bulan lagi sampai Ahra menjadi sedikit, yaah berubah maksudku. Arasso?” Kyuhyun hanya diam sambil menatapku, lalu menghela nafas “Yah, baiklah hyung. Arasso.” Walaupun masih terlihat kesal, tapi ekspresinya sudah mulai melembut. “Aku rasa, kita semua harus merubah Ahra” Heechul menyeringai. Apa yang dimaksudnya? “Ahra-ssi? Apa yang kau lakukan disini?” aku mendengar suara Sungmin, Ahra-ssi katanya? Berarti yeoja itu sudah mendengar pembicaraan kami. Aku dan Kyuhyun yang duduk membelakangi pintu langsung berbalik. Dan Ahra ada disana bersama Sungmin, di ambang pintu. Oh tidak, dia pasti sedih sekali saat ini, aku segera berdiri tapi Ahra langsung berlari dan turun kebawah.

Donghae’s POV

Aku melihat bangku taman di seberang dorm, aku jadi ingat gadis itu. Gadis yang paling tidak ingin kutemui saat ini. Kulangkahkan kakiku ke taman, siapa yeoja yang duduk di kursi panjang itu? Tadi kulihat tidak ada seorang pun yang duduk disitu, apa yeoja itu dia? “Donghae-ssi?” nafasku tercekat, ternyata Ahra. “Kau sedang apa disini Ahra-ssi?” aku menatap matanya, kulihat pelupuk matanya basah. Menangis? “Aniyo. Aku hanya duduk-duduk saja disini.” Ia menunduk. Kenapa dia menangis? Apa karena ucapan Heechul hyung tadi? “Ahra-ssi?” sapa ku pelan. Dia mendongak lalu menghapus airmatanya.
“Kau baik-baik saja?” aku ikut duduk disebelahnya.

Aku terus menatapnya, rambut hitamnya yang diikat satu itu membuat tengkuknya terlihat. Wajahnya basah, tapi terlihat malah terlihat cantik. Dibalik penampilannya yang ‘ndeso’ itu ada kecantikan tersendiri dimataku. “Gwaenchana, Donghae-ssi”suaranya terdengar lemah. Aku suka suaranya yang lembut, bisa menenangkan hati. Tidak seperti Kyutu kupret dongsaengnya itu. “Jangan bohong padaku. Cerita saja, tidak perlu sungkan.” yeoja ini tidak pintar berbohong, dari ekspresinya saja sudah terlihat. Aku merasa malam ini sangat dingin, nafasku terlihat mengepul saking dinginnya. Kurapatkan mantel hitamku. “Heechul oppa. Dia bilang aku belum pantas untuk dipublikasi sebagai kakaknya Kyuhyun.” Kudengar suaranya sumbang, ia melihat jalanan yang sepi didepan taman. Jelas saja Ahra sedih begini, kata-kata bencong itu sungguh tega apalagi yeoja ini begitu polos.

“Sudah, kau jangan sedih. Heechul hyung memang begitu orangnya. Bicaranya sedikit ceplas-ceplos” Aku mencoba menghiburnya, “Donghae-ssi” dia memanggilku ragu, aku segera menyahut “Waeyo Ahra-ssi?”. Ia terlihat ragu-ragu, beberapa kali membuka mulutnya tapi kembali mengatup. “Begini, artinya publikasi itu apa ya?” hyaak! Dooeeng! Kata-katanya barusan sukses membuat mulutku menganga. Kalau tidak tahu artinya kenapa dia sedih? Hadeh benar-benar yeoja aneh. “Ahra-ssi, kalau kau tidak tahu artinya kenapa kau menangis?”
Ahra menggaruk kepalanya “Tadi Heechul oppa bilang kalau aku tidak ‘pantas’ dan aku harus diubah. Itu berarti aku jelekkan? Maksudku itu berarti aku tidak baikkan?” ekspresi wajahnya ketika ia bertanya barusan sungguh menggemaskan. Ingin kucubit saja pipinya yang kemerahan itu. “Yah, tidak seperti itu Ahra-ssi. Maksud Heechul hyung, kau harus diubah penampilannya. Menjadi seperti kami, arasso?” ia menggelengkah kepala dengan lemah, sambil terus menatapku. Grogi juga kalau dilihat seperti ini. “Aku sama seperti kalian. Kan sama-sama manusia, sama-sama orang korea.” Wadoh, yeoja ini benar-benar polos seperti bayi yang baru saja dilahirkan. Tapi bedanya bayi yang ini bisa bicara.

“Maksudku, seperti idol chagiii” aku mencolek dagunya, Ahra malah menatapku garang. “Kenapa kau memanggil ku  chagi? Itu tidak sopan Donghae-ssi. Lagipula, idol itu apa?”
Astaga naga. Aku bisa stress kalau berhadapan dengan yeoja ini. Publikasi apa? Idol apa? Aku memanggilnya chagi yang hanya bercanda katanya tidak sopan? Ini bukan polos lagi namanya. Benar-benar sungguh terlalu.

“Idol itu superstar dikorea. Seorang selebriti, arasso Ahra-ssi?” Ahra terlihat berpikir keras, wajahnya terlihat lebih cantik bila ekspresinya menjadi serius begitu. “Arasso. Kalian ingin penampilanku seperti artis agar tidak mempermalukan Kyuhyun kan?” aku mengangguk, akhirrnya dia bisa mengerti ya olooh. “Baik, akan kucoba. Tapi mungkin seleraku dalam berpenampilan jelek” ekspresi wajahnya berbubah menjadi sedih. Ekspresinya banyak sekali, ingin ku melihat semua ekspresinya. Tidak seperti Kyutu kampret itu, yang ekspresi nya hanya itu-itu saja-menyeringai-persis-seperti-setann.

“Tenang saja. ada Heechul hyung yang akan membantumu.” Matanya terbelalak.

Author’s POV

            Ahra bangun pukul 5 pagi, lalu ia segera membersihkan dorm. Kali ini tidak mungkin salah sabun lagi. Sedangkan member lain bangun ketika matahari sudah tinggi. Mereka hanya bengong saja melihat makanan yang berada diatas meja makan. Darimana makanan tersebut berasal? Padahal sang eternal maknae juga barusan bangun dari tidurnya seperti member-member yang lain. “Siapa yang masak?” akhirnya pertanyaan yang sedari tadi berputar-putar diotak semua member telah terwakilkan oleh Siwon.
“Pasti Ahra.” Ryeowook juga ikut bersuara sambil melihat meja makan yang ada didepannya.
“Apa bisa dimakan?” Eunhyuk menatap semua makanan itu dengan ragu, lalu bergidik. Kyuhyun yang berada disebelahnya langsung menjitak kepalanya, “Monyet! Aish kau ini, jangan menghina noonaku terus dong”, “Menghina apa Kyu?” tiba-tiba Ahra yang dari tadi didapur bergabung dengan semua member di ruang makan. Lalu semua member gelagapan, takut Ahra sedih seperti semalam. “Ani, ani. Ayo kita makan” Donghae langsung duduk dikursi begitu pula dengan member lainnya. Setelah semua duduk dimeja makan, tidak ada yang berani mengambil makanan duluan.

Semua member berasumsi ‘Mungkin saja makanan ini sudah tercampur sabun.’, mereka pasti tidak akan melupakan insiden sabun yang kemarin terjadi. “Yak! Kenapa tidak makan? Lihat Ahra sudah lapar” sang leader telah berumandang (?), dia pasti tahu kalau Ahra tidak akan mengambil makanan sebelum mereka. Tanpa mengurangi rasa ragu, mereka mulai mengambil makanan –kimchi, jjangmyeon, ramyeon, dan makanan lainnya.

“Wah! Ahra-ssi, enak sekali jjangmyeon ini. Kau pintar memasak ya?” Shindong menambah porsi makannya sementara member lain hanya geleng-geleng kepala. Ryeowook heran, kulkas saja Ahra tidak tahu. Bagaimana dia memakai kompor? Kalau panci atau wajan mungkin dia tahu. Tapi kompor? Ryeowook segera bertanya pada Ahra,
“Ahra-ya, emm…kau sudah bisa menggunakan kompor ya?” sontak saja semua orang yang ada diruangan itu membelalak menatap Ryeowook, mereka semua berpikir kalau yang dikatakan Ryeowook itu benar. Pertanyaannya adalah : bagaimana caranya Ahra memasak semua ini kalau kompor saja dia tidak bisa memakainya?
Yang ditanya malah tersenyum-senyum gaje “Aku memang tidak bisa menggunakan kompor” semua member suju ternganga selama beberapa detik “Lalu kau memasak  pakai apa?” mereka berrtanya hampir bersamaan. Ahra sedikit ragu-ragu, tapi akhirnya kalimat yang ingin diutarakannya tersampaikan. “Ya, aku pakai kayu bakar tuh ditaman belakang” jawabnya ceria. Hening. 1 detik. 2 detik. “MWOOOO??!!!!” mereka –leeteuk,heechul,yesung,shindong,sungmin,eunhyuk,donghae,siwon,ryeowook,kyuhyun berteriak bersamaan, selang beberapa detik semua member langsung menuju taman belakang.
Ap..apa ini, aah” Heechul pingsan, shindong yang berada dibelakangnya langsung sigap menangkap namja cantik itu. Sedangkan yang lain hanya mengerjapkan mata beberapakali dalam keadaan ternganga. Apa yang mereka lihat? Bagaimana kisah selanjutnya?
Jangan lewatkan episode AWW! Chap 3 #plakk #apaini?

Konfliknya belom ada yah? Iya nih. Di chapter 3 konfliknya mulai memanas.

Gimana? Lanjut nggak? Kalo lanjut, comment yang banyaaaak :D

Angel Without Wings part 1

Tittle : Angel Without Wings
Author : Galuh Lintang
Cast :   -Cho Ahra
            -Park Jungsoo aka Leeteuk
            -Lee Donghae
            -Cho Kyuhyun
            -All member Super Junior
            -Other
Genre : Terserah readers mau nyebut ff ini genre apah

Peringatan! Ini hanya imajinasi author. Semoga ff ini memuaskan buat readers sekalian.
Chekidot!

  Cinta tidak mengenal kekayaan, usia juga rupa.
Cinta tidak memilih siapa yang akan dicintainya.
Dan cinta itu tulus, tak pernah menilai seseorang yang dicintainya dari fisik luarnya.


Leeteuk’s POV

Rasa lelah masih kurasakan ketika sampai di dorm, kami Super Junior telah mengadakan konser pertama kami di Yokohama setelah peluncuran album ke lima kami. Setelah memasuki dorm, kami menyerbu kamar masing-masing. Aku merebahkan tubuhku keatas kasur, ku tengokkan kepalaku ke kanan, aku melihat kasur sebelah ku ini kosong, Kang in. Kami semua merindukanmu. Aku merindukanmu, cepatlah kembali. Sambil memikirkan keadaan Kang in, aku mulai terlelap pada jam 2 dini hari.

“Hyuuung!” teriakan itu membuat telingaku berdengung, siapa lagi yang berteriak itu kalau bukan…”Hyung, bisakah hyung menemaniku?” anak ini, mau kemana pagi-pagi begini “Kemana sih Kyu? Kau tidak lihat aku masih lelah?” aku berusaha menolak permintaan saengku ini.
“Ayolah hyung, temani aku ke Mokpo sekarang juga, kajja!” Kyuhyun menarik-narik selimutku
“Ada apa kau ke Mokpo pagi-pagi begini?” tanyaku, Kyuhyun langsung tersenyum “Aku menemukan noonaku yang hilang hyung!” jduaarr! Rasa kantuk dan lelah yang tadi menghantuiku (?) kini hilang seketika. “Mwo? Noona mu yang hilang lima belas tahun yang lalu itu?” aku langsung bangkit dari kematianku (?) maksudku dari tidurku. “Ne hyung, makanya kau harus menemaniku ke Mokpo untuk menjemputnya” dia mulai menarik-narik kakiku, “Bantu aku hyung” anak ini kalau ada mau nya pasti memasang wajah melasnya, mau tidak mau aku harus mengantar dongsaeng nakal ini. “Ne~arasso. Tunggu diluar sana”

Aku sedikit gerah memakai perlengkapan menyamar ini- kaca mata yang menutupi separuh wajah ku dan syal gelap yang ku lilitkan sampai diatas bibirku. Ditambah dengan topi. Semua member belum bangun sehingga kami hanya berdua pergi ke Mokpo untuk menjemput noona Kyuhyun. Noona yang dicarinya selama lima belas tahun kini telah ditemukan, kalau tidak salah nama nya Cho Ahra. Dia sedang berada didesa terpencil dikota Mokpo. “Kau benar-benar tahu jalannya kan hyung?” Kyuhyun mencoba memastikan tujuan kami “Aigoo, percaya lah pada hyungmu ini”

Selama 30 menit kami berada dalam perjalanan, dan Kyuhyun tak henti-hentinya nyerocos tentang noonanya itu, memang siapa sih yang mau mendengar nya bercerita tanpa jeda? Kini kami sampai di salah satu rumah yang sangat terpencil dari desa, tanpa tetangga satu pun. Tepatnya rumah yang ditempati oleh noona Kyuhyun. Didesa terpencil ini pemandangannya sangat indah. Udaranya pun masih segar tidak seperti kota Seoul. Kulihat Kyuhyun tergesa-gesa mengetuk pintu cokelat itu.
“Nuguya?” seorang yeoja yang terlihat sama sekali tidak modis ditambah lagi rambut panjangnya itu dikepang menjadi dua bagian membuka pintu, “Apa benar kau Cho Ahra?” Kyuhyun bertanya pada yeoja itu, dan gadis itu hanya mengangguk mengiyakan. Kyuhyun langsung memeluk yeoja itu dengan kuat, “Noona! Ini aku Kyuhyun noona” bukannya memeluk balik, yeoja itu malah melepaskan tubuh Kyuhyun dengan kasar “Kau ini siapa? Tidak diajari sopan santun ya? Kenapa kau memeluk orang sembarangan?” noona Kyuhyun sedikit meninggikan suaranya, dan aksen orang ‘desa’ nya sungguh lucu didengar, aku menahan tawa ketika melihat ekspresi Kyuhyun seperti itu. Lucu sekali. Noona nya itu terlihat polos sekali.

“Noona, aku Cho Kyuhyun. Adik laki-lakimu” Kyuhyun mencoba menjelaskan, yeoja jelek itu malah menautkan alisnya, “Kyuhyun?” dia bertanya tanpa menghilangkan ekspresi keraguannya
“Ne~ini aku Kyuhyun noona” Kyuhyun mencoba meyakinkan noonanya, lalu yeoja itu memeluk Kyuhyun, aish~apa-apaan dia? Sopan santunnya tadi kemana? Hilang begitu saja? “Kyuhyuun! Noona merindukanmu” ujarnya sambil tetap memakai aksen bicara yang aneh menurutku. “Noona, ini Leeteuk hyung. Dia adalah leader di boyband kami ‘Super Junior’” Kyuhyun menunjukku dengan dagunya, dia menundukkan badannya “Cho Ahra imnida. Syupo juniyeo itu apa? Sejenis makanan?” gedubrakk! Dia ini benar-benar yeoja yang sangat aneh, dia ini hidup dijaman batu atau apa? Bagaimana tidak bisa mengenali kami Super Junior?
“Aniyo. Super junior itu entertainer, kami sering muncul di TV. Kau tidak tahu?” aku mencoba menjelaskan, ternyata masih ada orang yang tidak mengetahui super junior. “Ah, mianhae. Aku tidak punya TV” gedubrakk part 2. Tidak punya TV katanya? Dia ini mirip orang primitif, TV saja tidak punya. “Sudahlah noona, itu tidak penting. Sekarang noona kemasi barang-barang noona karena noona akan tinggal bersamaku”

            Kami hampir sampai didorm, aku sungguh bersyukur. Mereka tidak henti-hentinya nyerocos diperjalanan, entah tentang masa lalu mereka, keadaan mereka atau bagaimana mereka menjalani hidup masing-masing selama terpisah.
“Ah, ini rumahku bersama ke Sembilan hyungku, noona. Dorm super junior” Kyuhyun berkata sembari membukakan pintu untuk noonanya. “Mwo? Sembilan hyung? Lalu hanya aku yeoja yang tinggal disini, begitu?” yeoja bernama Cho Ahra itu terbelalak cemas. Kau tenang saja nooona, saengku tidak akan macam-macam pada yeoja sepertimu. “Tenanglah noona, hyungku semua nya baik. Aku jamin kau akan senang tinggal disini. Aku masih mencarikan apartemen yang cocok untukmu” Kyuhyun tersenyum riang. Kau lupa satu hal Kyuhyun, kan masih ada Hyuk jae yang yadong itu kan *dimutilasi jewel*. “Ayo masuk, kajja!” Kyuhyun menarik tangan noonanya dan masuk ke dorm. Aku mengekor dibelakang mereka.
“Hyuung! Kami pulaang!” Kudengar Kyu sedang menyapa semua member super junior diruang tengah, “Jungsoo! Aku mencarimu…siapa yeoja ini?” heechul berkata dengan nada yang aneh. Kyuhyun tersenyum lebar “Dia noonaku, namanya Cho Ahra.” Semua member terperangah setelah mendengar kata-kata Kyuhyun barusan, sudah kuduga ini akan menjadi sulit. “Kyuhyun, setahuku kau tidak punya noona” Yesung berkata dengan hati-hati diikuti dengan anggukan dari member yang lain. Aku hanya bisa menghela napas panjang, “Baik lah,baiklah. Kalian akan mendapat penjelasan dariku” aku mulai bersuara.

            Setelah kami semua berkumpul diruang tengah, kami duduk dengan membentuk lingkaran serta memasang wajah serius seperti akan mengadakan rapat ketua RT (?). “Ini Cho Ahra noonanya Kyuhyun. Dia hilang lima belas tahun yang lalu, waktu keluarganya berlibur ke pantai di musim panas. Noona Kyuhyun ini tertelan ombak laut yang sedang pasang. Dan sekarang dia telah ditemukan oleh adiknya sendiri” jelasku panjang lebar.
Donghae terisak “Hiks, mengharukan sekali. Kasihan sekali kau nona”.

“Gwenchana. Aku sempat takut waktu itu, aku sendirian setelah terdampar dipantai tapi seseorang memungutku dan membesarkanku layaknya seorang anak” sekarang yeoja itu angkat bicara. Semua orang disini terlihat seperti menahan tawa, pasti karena logat bicara yeoja ini. “Hyung” Kyuhyun menatap hyungnya satu persatu, “Bisakah Ahra noona tinggal disini untuk sementara waktu?” ciaatt! Kyuhyun mengeluarkan jurus tampang melasnya. Ku lihat Donghae, Yesung, Heechul dan member lain berbisik-bisik, aku langsung mengambil alih “Kyunnie, kau tahu kan peraturan kita? Tidak boleh ada yeoja yang tinggal disini, hal itu dapat menimbulkan konflik”

Kyuhyun sekarang berlutut dihadapan kami semua, “Tolonglah hyuung, aku belum punya cukup uang untuk membeli apartemen. Hanya untuk sementara waktu”, Donghae semakin terissak *lebeeh* sementara Hyukjae menepuk-nepuk bahunya. “Sudahlah hyung, biarkan saja Ahra-ssi tinggal disini” Donghae mengusap air mata nya dengan tissue, “Benar hyung, hanya untuk sementara waktu. Aku takut bila Kyuhyun tidak dituruti, ddangkoma akan menjadi sup kura-kura, hiks hiks” Yesung mulai terisak juga. Kenapa semua member hari ini pada sensitif sih?  Kyuhyun benar-benar pintar untuk masalah begini “Hyung tahu kan, Ahra noona adalah keluarga ku satu-satunya.” Yah, memang appa dan eomma Kyuhyun sudah lama meninggal. Hanya yeoja itulah keluarga yang ia miliki sekarang. Tak heran bila Kyuhyun sangat senang melihat noonanya tadi, rasa iba mulai menyelubungi hatiku saat melihat Kyuhyun berlutut seperti ini, “Ne~arasso arasso. Baiklah, noonamu boleh tinggal disini” aku sungguh tidak tega melihat anak ini. Kyuhyun langsung memelukku “Gomawoyo hyuung! Gomawo”, “Sudah sudah, ayo perkenalkan diri kalian pada Ahra-ssi”

Ahra’s POV

            Akhirnya aku bertemu juga dengan keluarga ku, yaah walau hanya Kyuhyun tapi itu sudah membuatku bahagia. Selama ini aku hanya dapat memikirkan bagaimana keadaan appa,eomma dan Kyuhyun. Aku membayangkan aku tengah berada ditengah-tengah mereka. Sebenarnya, pernah terbesit didalam hatiku bahwa aku harus mencari keluargaku di Seoul, tapi segera kuurungkan. Aku tidak mungkin meninggalkan almarhum geum ahjumma di Mokpo sendirian. “Ahra-ssi” aku mendongak, ternyata salah satu hyung Kyuhyun memanggilku, “Ehm, Lee Donghae imnida. Kau bisa memanggilku Donghae” dia membasahi bibirnya lalu tersenyum. “Bangapseumnida” aku sedikit membungkuk tapi namja yang bernama Donghae ini malah terkekeh, “Tidak usah kaku dan formal begitu. Kau ini berasal dari mana?” dia duduk di sebelahku.
Aku segera menjawab “Mokpo. Didesa Hwahn” Donghae terlihat berpikir keras “Aku juga dari kota Mokpo, tapi belum pernah mendengar nama desa itu” dia berkata dengan simpatik. Sungguh namja yang menggemaskan. “Kau dari Mokpo? Kalau begitu keita berasal dari daerah yang sama” kataku sembari memamerkan gigi-gigiku.
“Kalau begitu kita bisa cepat akrab ya” aku tidak tahu apa maksud Donghae-ssi tapi kuanggukkan saja kepalaku.
Aku melihat dorm ini, ruangannya luas juga rapi. Ada banyak kamar kurasa. “Noona, ayo kuantar kekamarmu” seorang namja yang tadi pagi ikut bersama Kyuhyun tengah berjalan kearahku, aku ingat namanya Leeteuk. “Ne” aku mengikutinya. Ternyata kamarku ada dilantai atas, kamar paling pojok. “Nikmati kamarmu, aku tinggal dulu. Kami ada acara fansmeeting tidak akan lama. Jaga dorm baik-baik”

Kamarku sangat bagus setidaknya itu menurutku. Sebenarnya aku tidak mau merepotkan mereka. Ah, aku akan coba membantu didorm ini untuk membalas kebaikan mereka. Aku akan membersihkan dorm ini. Aku akan mulai mengepel setiap ruangan, bagiku itu sudah menjadi hal biasa, di Mokpo aku selalu bekerja keras untuk geum ahjumma yang ku sayangi. Dimana alat pelnya? Ah ternyata diletakkan disini, di dapur beserta sabunnya, aneh sekali? Lalu ku lanjutkan dengan mencuci piring. Aku mencari air untuk membilas piring-piring ini tapi tak kunjung ku temukan, sumur atau sumber mata air pun tidak ada lalu bagaimana caranya membilas semua piring dan gelas ini?  Aku melihat sesuatu seperti kenop pintu ditembok dekat piring-piring kotor, ku coba memutarnya dan ternyata keluar air! *ahra ini bener2 deh* langsung saja aku membilas piring dan gelas kotor ini.
Aku menemukan pakaian berserakan didalam kamar ini, entah kamar ini milik siapa. Dan disetiap kamar pasti ada pakaian atau baju-baju kotor. Sekeranjang baju kotor ku bawa ke dapur, setelah itu aku bingung harus mencuci dimana, disini tidak ada tempat untuk mencuci baju. Ada kotak yang cukup besar, tapi aku tak tahu untuk apa kotak putih itu, diatas nya ada lubang dan tombol-tombol.

Kuputuskan untuk mencuci dikamar mandi saja. Aku belum benar-benar mengenal tempat ini, sungguh membuatku bingung. Setelah pukul 7 malam, aku menunggu mereka pulang di ruang tengah, semua sudah beres dan bersih tapi aku belum makan. Aku tidak mungkin mengambil makanan tanpa seijin tuan rumah. Benar-benar keroncongan perut ku ini, kenapa mereka belum pulang juga? Sedetik kemudian aku mendengar suara ribut-ribut didepan. Pasti mereka sudah datang. “Noona, kami pulaang” Kyuhyun berlari kearahku, dan aku hanya tersenyum. “Wow, dorm benar-benar bersih. Kau kah yang membersihkannya Ahra-ssi?” seorang namja bertubuh besar dan tinggi yang sedang berada diambang pintu menatapku sambil terkejut, kubalas saja dengan anggukan. Kulihat  namja yang lain sedang menggerak-gerakkan kakinya kelantai seperti sedang merasakan sesuatu, “Kenapa hyung?” tanya namja yang lain sambil mengerutkan dahinya, “Mm, kurasa ada sesuatu yang berbeda dengan lantai ini ryeowook. Ahra-ssi, kau yang mengepel lantai ini?” aku menjawab dengan singkat, “Ne~wae?” namja itu menaut kan alisnya “Kau tadi pakai sabun apa?” aku langsung menuju dapur dan mengambil sabun yang aku gunakan untuk mengepel tadi siang “Aku pakai sabun ini” setelah ku perlihatkan, semua orang yang ada disitu langsung ternganga “I…itukan, itu sabun bubuk detergen untuk mencuci baju!”. Namja yang mirip seperti wanita itu berteriak “Semuanyaaa ayo periksa dorm ini!” lalu semua namja itu berhamburan ke seluruh penjuru dorm. “Hyuung! Kenapa baju kita jadi mengkerut begini?” salah seorang namja berteriak dari arah taman belakang, tempat ku jemur cucian tadi. Leeteuk menghela napas pasrah “Ahra-ssi, kau tadi mencuci baju kami pakai sabun yang mana?” tanyanya.

Aku langsung mengambil sabun yang kugunakan untuk mencuci baju, “Aku pakai sabun ini” lagi-lagi semua orang ternganga, “Yak! Itu sabun colek untuk mencuci piring~hh” namja cantik itu pingsan. Kenapa sabunnya bisa terbalik-balik begini? Memang waktu di Mokpo aku tidak pernah menggunakan sabun begini, biasanya aku menggunakan cairan dari tumbuh-tumbuhan. Leeteuk menghela nafas panjang “Lalu, kau mencuci piring pakai sabun yang mana?” aku mengambil sabun lalu segera kembali keruang tengah, pasti kali ini salah lagi. “Aku pakai sabun ini” dan semua namja disitu langsung pingsan ditempat. Kurasa sabun yang ini untuk mengepel lantai, paboya aku ini! “Ah hyung, sepertinya bukan hanya pakaian saja yang Ahra-ssi cuci” suara namja yang tadi didapur itu terdengar lagi, tiba-tiba semua nya langsung bangkit dari pingsannya “Kau mencuci apa saja Ahra-ssi?” mereka bertanya hampir bersamaan
“Aku mencuci baju, celana panjang, celana pendek, lalu ada juga yang celana nya bebentuk segi tiga. Ada juga celana yang sangat pendek bergambar hati.” Jelasku sambil mengingat-ingat yang telah kucuci tadi
“Ah..” semua namja itu kembali pingsan
Petualanganku baru saja akan dimulai.

TBC

FF AWW nya gmana? Lanjut nggak? Kurang sesuatu ato jelek ato part nya kependekan? Hehehe ^^
Kalo lanjut harus RCL biar author tau peminatnya berapa wwkwkwk

Auntumn In Cafe part 5

Tittle    : Autum’N Cafee
Author : Galuh Lintang
Cast :   - Lizzy After School as Park Seo Yoong
            -Cho Kyuhyun
            -Lee Donghae
            -Cho Ahra
            -Lee Sungmin
            -Other

Genre : ?? *kaga tau ane*

Rating : readers yang menentukan
NB : mungkin di part ini joke nya nggak terlalu banyak

Happy reading! Moga readers sekalian suka ^^

Seo Yoong’s POV

Sudah pukul 7 malam. Cafee ini mulai sepi, hanya segelintir orang dan pasangan muda-mudi yang masih bertahan dimejanya. Donghae juga sudah pulang dari tadi, eh aku baru ingat. Kemana Kyuhyun si namja kurang ajar itu? Dari tadi sore sampai sekarang kenapa aku tidak melihatnya sama sekali? Segera kulangkahkan kaki ku untuk mencarinya ke seluruh pelosok cafee. Kubuka pintu dapur, tapi yang berdiri didepan oven itu Kim ahjussi, aku menuju toilet tapi yang kucari juga tidak ada disana. Dia ini kemana? Aku mempercepat langkah kaki ku menuju restroom, samar-samar kudengar Ahra juga mempertanyakan keberadaan oppa nya. Kyuhyun, kau dimana? Kenapa aku jadi cemas begini sih?

Aku berlarian kesana kemari, menyusuri seluruh cafee. Tapi aku belum menemukan apa yang kucari, sejenak aku tertegun. Aku lupa kalau ada lantai atas yang tidak beratap tempatku menangis dulu. Mungkin dia ada disana sekarang, segera kunaiki tangga yang akan membawaku ke atap cafee. Benar. Dia ada disana. Sedang memandang langit yang suram.
Rambut ombaknya yang hitam tertiup angin malam, belum pernah aku melihat ekspresinya begitu. Wajahnya begitu tenang, tapi menyaratkan kesedihan dan kegundahan yang amat dalam. Aku terhanyut oleh matanya yang terlihat teduh dan sayu yang terus menatap langit. Ia terlihat indah sekarang. Aish! Apa yang kau pikirkan Seo yoong! Dia membalikkan badannya. Menatapku yang sedang berdiri diambang pintu.
“Um, apa yang sedang kau lakukan disini?” tanyaku, Kyuhyun hanya melengos lalu kembali menatap langit, tubuhnya disandarkan pada pagar balkon. Aku melangkah, mendekat padanya. Kulihat kulitnya sedikit kuning dari sebelum-sebelumnya. Lah? Kuning?
“Boss, kau habis main disungai ya?
Dia mengerutkan dahinya “Mwo? Kau ini bicara apa?”
“Tuh, kulitmu kuning. Aku kira habis main disungai. Kan kuning-kuning gitu boss”
“Aish. Tidak lucu” dia melewatiku, lalu turun melewati anak tangga. Dia kenapa? Biasanya dia kan menjitak kepalaku atau membalas kata-kataku. Tapi kenapa sekarang dia begitu? Aku ini juga kenapa sih? Aish!

##

“Kata kerja yang ini apabila dipasangkan dengan she atau he akan menjadi verb ditambah s. Arasso?” lagi-lagi mata sayunya itu menghias wajahnya, kenapa berbeda sekali saat sorot matanya tajam seperti dulu? dia bahkan lupa kalau sudah merekrutku menjadi murid privatnya. Wajahnya masih sedikit kekuningan

“Miss Park? Kau mendengarkan ku?” tiba-tiba wajahnya sudah berada didepan wajahku. “Ne~Mr. Cho” lalu dia kembali mengajar grammar entah grammar itu jenis makanan apa, aku juga tidak mau tahu ”Jam mengajarku sudah habis. Annyeong” langkah panjangnya membawa tubuhnya keluar dari kelasku. Aku segera mengejarnya yang kulihat sudah sampai dikoridor, “Kyuhyun!”  Paboya! Harus nya aku memanggilnya dengan sapaan yang lebih sopan mengingat ini masih jam sekolah, tapi yasudalah.

Dia tidak menoleh sedikitpun dan terus melangkah, aku menarik lengannya sekuat tenaga “Kyuhyun! Chakkaman!” ia menarik tangannya dengan kasar lalu menatapku lurus-lurus. Aku merasa takut sekarang. “Lepaskan.” Ujarnya dingin. “Kau kenapa sih? Kenapa kau berubah?” aku menatapnya dengan nanar. “Bukan urusanmu.”

Kyuhyun’s POV

Aku merasa gila. Kenapa aku jadi jahat begitu pada Seo yoong? Setelah membaca notes itu, aku merasa kesal. Marah. Yang dipikirkannya hanya namja itu, DONGHAE! Aku sebal padanya, tapi aku tahu aku tidak punya alasan untuk marah-marah begini.

Tiba-tiba perutku nyeri, nyeri sekali. Keringat dingin bercucuran didahiku. Sesekali aku mengeram karena sakit yang luar biasa, lututku terasa lemas. Aku tersungkur dilantai, suara ku tidak mau keluar, aku tahu tidak ada seseorang yang mendengarku. Rasa sakit ini semakin menjadi-jadi. Kurasakan kakiku kaku dan tidak bisa digerakkan. Tanganku mencoba menggapai-gapai vas bunga diatas meja disebelah ranjangku. Kuulurkan tanganku dan kusenggol vas itu, berhasil. “Oppa! Ada apa? Perutmu sakit lagi? Aigoo kau mimisan!” Ahra membantuku untuk duduk di kasur, lalu menidurkanku.
“Oppa, kau sudah meminum obatmu? Wajahmu pucat dan kekuningan. Kau harus minum obat”, aku tidak menjawab apapun, lidahku terasa kelu, aku tidak mampu mengucap sepatah katapun.
Sekarang sudah pukul 4 sore, aku harus ke cafee. Aku harus meminta maaf pada yeoja bodoh itu. “Ini, minum dulu obatnya” Ahra menyodoriku gelas dan sebotol cairan berwarna merah pekat. Segera kuminum obat itu agar rasa sakit ini cepat hilang. “Ra~ya, aku akan pergi ke cafee setelah ini” walaupun sakitnya masih terasa, tapi sekarang sudah lebih baik.

“Andwae! Kau masih sakit oppa. Kita harus kerumah sakit!” Dia menggelengkan kepalanya kuat-kuat, aku seperti melihat Seo yoong sekarang. Aku harus bertemu dengannya, kalau tidak aku bisa gila. “Tolonglah Ra~ya. Turutilah permintaan oppamu ini”

##

Kami menuju ke cafee menggunakan mobil karena aku pasti tidak sanggup untuk berjalan kesana. Tidak butuh waktu sepuluh menit untuk sampai didepan Autumn cafee. Ahra memapah ku keluar dari mobil, “Gwaenchanayo Ahra, aku bisa sendiri” kataku sambil melepaskan tangannya yang memegangi lengan kiriku. Aku melangkah menuju pintu cafee, tapi kuurungkan ketika mataku menangkap gambar seorang yeoja berambut cokelat sedang duduk bersama namja yang cukup tampan tapi tidak lebih tampan dariku di meja sebelah jendela besar. Mereka tertawa-tawa dan namja itu mengacak-acak rambut cokelatnya. Kukepalkan tanganku hingga telapak tanganku terasa sakit.

Aku yang sedang sakit ini sengaja datang kesini untuk bertemu dan minta maaf padanya, tapi ternyata dia merasa senang-senang saja dengan namja itu. Apa dia tidak tahu kalau aku ini sakit? Kenapa ia tega bersenang-senang diatas penderitaanku? Amarahku kembali muncul melihatnya bersama namja itu, “Oppa? Ayo kita masuk.” Ahra menepuk bahuku pelan lalu aku membuntutinya masuk ke dalam cafee.
“Kyu? Kau sudah baikkan ah?” Aku disambut dengan pertanyaan dari Sungmin direstroom, kuanggukkan kepalaku sebagai jawaban lalu dia tersenyum tipis dan keluar dari restroom. Kulirik loker yang berada disebelah kanan lokerku, kubuka loker itu perlahan. Dibalik pintu loker ini terdapat foto-fotonya, seperti biasa. Tapi ada satu foto yang berbeda dibalik pintu loker ini, foto itu bukan fotonya. Kusipitkan mataku agar dapat melihat foto itu lebih jelas, ada siluet hitam seperti orang yang sedang duduk dan menopang dagunya dengan tangannya. Ada jendela besar yang sedang dipandanginya, dan sinar matahari senja membuat wajah orang yang berada didalam foto ini seolah terus diterangi cahaya jingga. Terlihat seperti lukisan. Dan aku tahu orang ini adalah Donghae.

Kutempelkan lagi foto itu ketempat asalnya dan mengambil sebuah notes. Aku membuka selembar demi selembar, dan aku berhenti dilembaran ke..entahlah keberapa tapi yang jelas sudah jauh sekali dari halaman pertama.

April, 20XX

Dear my notes.
Namja itu bersikap aneh. Dia sangat dingin padaku seperti pertama bertemu dulu.
Aku tidak tahu apa yang sudah terjadi padanya.

Tapi aku lebih suka saat dia mengataiku sebagai yeoja bodoh,
Dari pada dia dingin padaku seperti sekarang ini.
Apa dia sedang datang bulan? Aku tidak tahu.

Semoga dia kembali seperti semula. Ia bahkan lupa kalau telah merekrutku sebagai murid privatnya.

-Seo yoong-

Omona! Datang bulan katanya? Aish yeoja pabo itu benar-benar tidak tahu adat. Tapi senang juga sih saat dia bilang kalau menyukaiku yang mengatainya yeoja bodoh. Itu terdengar seperti pujian. Aku lupa kalau aku menjadikan yeoja bodoh itu sebagai murid privatku. Gara-gara tulisan dinotes ini amarahku mereda, malam ini aku akan mengajarimu Seo yoong. Ketika aku hendak mengembalikan notes ini, ada sesuatu dari salah satu halaman yang terasa ganjal, kubuka halaman itu dan ada tulisan besar-besar disitu, “DONGHAE” lengkap dengan gambar love di samping kiri dan kanannya.

Aku mengerti sekarang. Dia menyukai namja itu, namja yang selalu duduk dimeja pojok disebelah jendela besar. Mungkin aku terlalu berharap bahwa ia akan menyukaiku sama seperti aku menyukainya. Aku kini sadar kalau aku menyukainya, alasan kenapa aku tidak suka pada Donghae adalah aku menyukainya. Alasan kenapa aku marah saat ia bersama namja itu adalah aku menyukainya. Dan alasan kenapa aku selalu merindukannya adalah karena aku menyukainya. Sekarang, hatiku merasa sakit.

Seo Yoong’s POV

Aku melihat Kyuhyun memasuki cafee bersama Ahra, wajah nya terlihat pucat dan tidak menengokku sama sekali. Aku ingin menyapanya, memanggil nya ‘boss’ tapi ketika mengingat kejadian disekolah tadi, kuurungkan keinginan ku itu. Aku tahu diri untuk tidak menyapanya. Ia terlihat marah sekali, dan sangat dingin padaku. “Seo yoong-ah? Ada apa?” tangan Donghae bergerak-gerak tepat didepan wajahku.
“Ani, ani. Eotokkhae? Jadi, bagaimana hubungan mu dengan yeoja itu?” tanyaku penuh arti. Untuk apa aku menanyakan hal yang membuatku sakit hati? Aku tahu persis kalau aku menyukai namja yang berada didepanku ini. Tapi aku tidak berani berharap kalau perasaannya sama denganku. Aku hanya yeoja bodoh dan tidak tahu adat. Lebih baik aku mendukungnya untuk bersama dengan yeoja yang disukainya dan kupendam saja rasa sukaku ini.

“De? Yah, seperti biasa. Mungkin dia sama sekali tidak tahu bahwa aku memperhatikannya dari jauh. Dan, menyukainya tentunya” sudah kuduga, pasti Donghae belum berani berbicara dengan Yun hee. Aku sudah tahu, kalau selama ini yang dilihat Donghae adalah Yun hee. “Kurasa, pilihanmu memang tepat Donghae-ssi. Menurutku dia yeoja yang baik, kau harus berbicara dengannya.”
Aku bodoh? Ya memang. Aku tidak tahu sejak kapan aku menyukainya. Tapi yang jelas, aku suka matanya yang malu-malu memandang yeoja itu, aku suka pipinya yang kemerahan bila kupergok sedang memperhatikan yeoja itu. Dan aku suka suaranya yang lembut ketika ia bercerita tentang yeoja yang disukainya. “Mwo? Kau sudah tahu siapa orangnya?” wajahnya memerah seperti kepiting rebus, dia terlihat menggelikan. Aku terkekeh pelan lalu mengangguk. “Tentu saja,” jawabku singkat.
“Aigoo! La..lalu menurutmu dia bagaimana?”
“Dia cantik.”
“Kau narsis!”
“Mwo? Maksudmu apa?”
“Ani. Lupakan saja”
“Yak! Donghae-ssi, aku benar-benar tidak tahu kita ini sedang membicarakan siapa!” bentakku, entah mengapa aku jadi sentiment. “Bukannya tadi kita sedang membicarakan tentang yeoja yang kusuka?” jawabnya enteng. Memang benar, tapi aku bingung kenapa dia mengataiku narsis. “Lalu, kau tadi mengataiku narsis. Wae?” tanyaku. Dia terkekeh, “Karena kau memujinya cantik.” Aku semakin tidak mengerti maksud dari kata-katanya.
“Ne~itu benar, aku memuji yeoja yang kau suka cantik. Tapi kenapa aku yang kau bilang—“ aku berhenti berbicara sejenak. Aku sedikit banyak sudah mengerti, aku memuji yeoja itu cantik, tetapi aku yang dibilang narsis olehnya. Itu berarti…”Donghae-ssi,” panggilku ragu, aku menundukkan mataku dan tak berani menatapnya, “Waeyo Seo yoong-ah?”
Dengan ragu, aku mulai berkata, “Siapa yeoja yang kau sukai itu? Yun hee kah?”, dia mengedutkan dahinya dan menatapku “Yun hee? Siapa itu?” jdieeerr!! Ternyata dia tidak kenal Yun hee, lalu yeoja yang sedang main tennis itu siapa kalau bukan Yun hee? “Mwo? Kau tidak tahu Yun hee? Dia yeoja yang main tennis itu dan yang kau perhatikan disekolah seminggu yang lalu!” aku menunjuk lapangan tennis yang berada diseberang cafee.

Alisnya mengernyit, “Oh, Kang Yun hee? Dia sepupu jauhku, sudah lama aku tidak bertemu dengannya.” Kau dengar sendiri kan? Yun hee sepupu jauh Donghae katanya? “Lalu, mengapa kau memperhatikan dia terus dari sini?”tanyaku sedikit emosi. “De? Aku tidak pernah memperhatikannya.” Jawabnya santai.
Aku semakin dibuat bingung olehnya, lalu dia melihat siapa selama ini? Dan lagi insiden narsis yang tadi, itu maksudnya apa? “Aigoo Aku bingung” aku mengacak-acak rambutku. “Kalau bukan Yun hee yang kau lihat, lalu siapa? Ahjussi itu?” aku menunjuk ahjussi yang sedang latihan tennis dilapangan sebelah Yun hee dengan daguku.

“Omonaa! Kau gila ah? Tentu saja bukan. Aku…melihatmu.” Matanya beralih memandang jendela luar. Aku bingung. Aku termenung dan mematung didepannya. Aku tidak merasakan adanya tanda-tanda kehidupan didalam tubuhku. “Bagaimana kau melihatku kalau pandanganmu tertuju keluar jendela?” sungguh pertanyaanku ini konyol, harusnya bila orang yang kau sukai mengatakan bahwa ia menyukaimu, kau akan bertanya ‘Benarkah?’ atau ‘Sungguh? Aku juga menyukaimu.’ Atau-atau yang lain. Tapi pertanyaan itu akan diajukan oleh yeoja yang pintar dan normalkan? Sedangkan aku bukan gadis seperti itu.
“Kemari, duduk disini.” Dia menarik lenganku dan mendudukkanku dikursi nya. “Lihat kacanya.” Tandasnya. Aku segera melihat kaca besar itu, dan yang ada digambar kaca itu adalah seluruh isi cafee. Mulai dari Ahra dan Sungmin yang berada dimeja pelayanan dan kasir sampai ahjussi yang sedang meminum entah meminum apa di pojok sana, semua terlihat sangat jelas dari sini. Jadi bukan pemandangan diluar yang dilihatnya, tetapi kaca yang dapat memfoto semua seluk beluk cafee ini. “Jadi begitu?” gumamku. Donghae hanya tersenyum tipis padaku.
“Aku selalu melihatmu. Selalu”

##

Author’s POV

Aku tahu. Namja itu menyukai Seo yoong, aku selalu tahu. Untunglah rasa sukanya tidak bertepuk sebelah tangan. Aku juga ikut senang kalau yeoja bodoh itu senang, rasa sakit dihatiku akan segera sembuh kalau melihatnya tertawa. Cukup dengan melihatnya tertawa lepas dan tersenyum dengan tulus.

Kyuhyun kembali memasuki restroom, dan beberapa detik kemudian pintu itu kembali terbuka, Seo yoong melihatnya sebentar lalu matanya menunduk kebawah. Seo yoong pasti takut pada Kyuhyun karena sikapnya kemarin disekolah.
“Yak! Yeoja bodoh! Waktu istirahatmu sudah selesai. Kau harus kembali bekerja” Kyuhyun sedikit berteriak padanya, dengan sikapnya yang begini dia pasti tidak akan takut lagi pada Kyuhyun. Seo yoong membalikkan badannya dan terbelalak, “Boss?” panggilnya ragu. Kyuhyun menatapnya garang, “Ada apa? Cepat kembali bekerja sana.” Ia kembali terbelalak, seakan tidak percaya bahwa bossnya sudah kembali seperti dulu. “Kenapa kau diam saja? soal kemarin itu, aku minta maaf. Miane kalau aku sudah kasar kepadamu, aku sedang ada masalah.” Kyuhyun membungkuk lalu segera membuka pintu restroom dan melangkah keluar.

Seo yoong hanya tertawa geli melihat bossnya salah tingkah begitu. ‘Itu sama sekali bukan gayamu, boss’ pikirnya. Ia hendak membuka lokernya, Seo yoong melihat loker disebelah kiri lokernya tidak tertutup rapat, dia membuka pintu loker itu dan melihat dua botol dengan cairan didalam nya. Diambilnya botol itu dan membaca tulisan yang tertera didua botol itu.

“Doxorubicin dan Xamthone? Apa ini?”

TBC

Akhirnyaaa selese jugaa FF Autum’n Café part 5 nya. Mulai dari part ini dan seterusnya, jangan harap ada banyak joke! *gampar author*
Sebenernya, author agak kesusahan sih buat Autum’n cafee part 5 ini, soalnya kan ceritanya sad gitu, lha author sendiri orangnya humoris #korban sule. Haha, tunggu part selanjutnya yua ^_^ 

Auntumn In Cafe part 4

Tittle    : Autum’N Cafee
Author : Galuh Lintang
Cast :   -Park Seo Yoong
            -Cho Kyuhyun
            -Lee Donghae
            -Cho Ahra
            -Lee Sungmin
            -Other

Genre : ?? *kaga tau ane*
Rating : readers yang menentukan

Ada yang kangen sama author? ^^ #plaak hiks hiks T__T ngga ada ya?
Mian kalo partnya kependekan, maklum author lagi dapet #plaak *apa hubungannya thor?*
Kaga usah banyak omong deh, langsung sajaaa chekidot!

Happy reading! Moga readers sekalian suka ^^


Kyuhyun’s POV

Aku sudah berkali-kali memanggil Seo yoong, tapi ia tak kunjung datang padaku. Kuputuskan untu melihat keadaan diluar dapur. Ku pandangi seluruh isi cafee dan melihat satu meja. Meja yang ada dipojok dan disebelah jendela besar. Ia duduk disana bersama seorang namja, kusipitkan mataku agar dapat melihat namja itu dengan jelas. Ternyata namja yang waktu itu membela Seo yoong ketika celananya basah karena ulah yeoja bodoh itu. Mereka akrab? Bagaimana bisa? Andwae! Tidak bisa dibiarkan hal ini terus berlangsung.

Aku terus mengawasi mereka dari meja pelayanan, aku tak tahu apa yang sedang mereka bicarakan tapi mereka sudah terlihat akrab sekali. Kulihat yeoja bodoh itu menggamit tangan namja yang duduk didepannya. APAAH?!! Mereka ini ada hubungan khusus apa sih? Aku kembali mengawasi  mereka sambil meredam api (?) dikepalaku. Namja itu tertawa dan mencolek hidung Seo yoong, APAAH?!! Andwae! Sekarang namja itu memandangiku. Matanya terbelalak.
Aku berjalan kemeja pojok itu. Ekor mataku menangkap kalau Seo yoong segera melepaskan tangannya yang sedari tadi menggenggam tangan namja ini. “Ada apa…boss?” dia menatapku dengan wajah tanpa dosanya itu sambil memiringkan kepalanya. Sedangkan namja ini membuang mukanya menghadap jendela. “Apa yang sedang kau lakukan bersama pelanggan?” aku mengeraskan volume suaraku, aku sadar kini aku berlebihan.
“Apa maksudmu? Donghae-ssi ini temanku. Memang apa salahnya jika aku ngobrol dengannya?” ia mulai memancing emosi yang sedari tadi kutahan, dan sekarang meledak! DUARR GLODAK KROMPYANG! “Tidak salah. Tapi sekarang kan waktunya bekerja!!” kini seisi cafee melihat kami dengan tatapan aneh. Dan yeoja bodoh itu memandangku seolah-olah aku ini gila.

Aku menjewer telinganya dan menyeretnya kedapur, tapi namja itu menghentikan langkah ku, “Kau ini apa-apan sih? Kenapa kau kasar sekali pada Seo yoong? Waeyo?” ia menatapku dengan sorot mata tajam. Dan kubalas tak kalah tajamnya,  “Bukan urusanmu. Dia ini pegawaiku!” aku menarik lenganku yang tadi dicengkram olehnya dan membawa Seo yoong ke restroom. Tapi naas (?), dia meronta-ronta dan kami berdua terjatuh, Seo yoong menindih tubuhku. Kulihat wajah namja yang tadi dipanggil Donghae oleh Seo yoong itu memerah saat melihat kami, dia langsung membuang mukanya.
Aku menyentuh punggung Seo yoong dan terus kebawah sampai aku menyentuh…Aigoo! Ternyata, ternyata…rok mininya yang mengembung itu tersibak! Jadi, aku tadi menyentuh apanya dong? Sekilas aku tadi melihat sesuatu berwana pink. Seo yoong segera sadar dari lamunannya, seperti merasakan sesuatu. Ia meraba-raba bokongnya yang dan “AAAAAARRRGGHH!!!!!!” Seo young langsung berdiri dan membetulkan roknya. Sementara aku hanya mematung. Ternyata Donghae tadi melihat ‘itu’ makanya wajahnya memerah. Ya tuhan, apa yang sudah kulakukan pada yeoja ini? Untung saja yang melihat hanya namja itu.

“Sudah puas kau sekarang? Kenapa kau jahat sekali padaku? Kenapa kau selalu mempermalukan ku didepan semua orang? Apa dosa yang sudah kuperbuat padamu?” air mata nya turun dari pelupuk mata lalu turun kebibirnya. Aku hanya diam, tak berkata apapun. Tepatnya, tidak tahu apa yang harus kukatakan.
Dua detik kemudian, ia berlari keluar dari cafee dan kulihat namja itu mengejarnya.

Seo Yoong’s POV

Aku tak dapat membendung air mataku, “Sudah puas kau sekarang? Kenapa kau jahat sekali padaku? Kenapa kau selalu mempermalukan ku didepan semua orang? Apa dosa yang sudah kuperbuat padamu?” kalimat itu meluncur begitu saja dari mulutku. Kenapa dia begitu membenciku? Apa salahku padanya? Tadi dia memarahi ku dan menjewer telingaku didepan semua orang dan sekarang dia membuat celana dalam ku dilihat semua  orang! Sebal rasanya! Aku berlari keluar cafee hingga kehabisan nafas.
Aku berdiri dipinggir danau yang cantik ini. Melihat pemandangan yang menakjubkan didepan mataku, “Kau baik-baik saja, Seo yoong-ah?” suara Donghae membuatku kaget, segera kuseka air mataku “Gwenchanayo, Donghae-ssi” jawabku datar, aku mendengar suaraku sedikit sumbang. Tiba-tiba lenganku ditarik olehnya dan kami berdua duduk dikursi panjang dekat danau ini. Kami duduk dalam hening. “Seo yoong-ah? Bossmu tadi pasti tidak sengaja melakukannya”
Aku hanya mengangguk.

“Dan aku juga tidak melihat celana dalam mu yang berwarna pink berhias stroberi itu kok, alamak keceplosan!” kini aku menjitak kepalanya. Malu sekalii rasanya. Kenapa banyak kejadian yang sangat memalukan sih hari ini? Tadi aku melihat Kyuhyun telanjang, lalu kami berciuman didepan Sungmin dan sekarang celana dalam ku dilihat Donghae! Bayangkan saudara-saudara! “Kau marah padaku ya Seo yoong-ah?” Donghae menatapku dan kubalas dengan gelengan kepala, “Ani, aku tidak marah padamu, bukan salahmu” jawabku tanpa melihatnya dan terus melihat danau. Memang benar bukan salahnya, tapi aku masih belum dapat menerima kalau celana dalam ku ini telah terekspose! Menyedihkan.
“Aku hanya bercanda kok, ayo kembali kecafee” dengan tidak mengurangi rasa raguku, aku mengikuti Donghae menuju cafee laknat itu.

##

April, 20XX

Dear my notes.
Hari ini kacau. Sangat kacau
Aku benci hari ini. Sungguh.

Aku ingin membunuh namja itu. Akan ku cekik lehernya, lalu kupotong-potong tubuhnya. Semoga besok keadaan akan membaik.

-Seo yoong-

Sampai pulang dari cafee pun aku tidak berbicara dengan namja terkutuk itu. Ahra sampai bertanya berkali-kali padaku, tapi tak pernah kujawab. Malas. Dan hari ini semakin malas karena aku harus sekolah dan bertemu lagi dengannya. Kyuhyun.
Aha, aku pura-pura sakit saja agar tidak masuk sekolah hari ini, kau pintar Seo yoong! *don’t try this at home*  “Seo yoong? Sudah siang ayo bangun!” eomma menggedor pintu kamarku beberapa kali. Aku harus terlihat pucat dan sakit, suhu badanku menjadi hangat karena aku memakai hairdryer yang kusisipkan didalam tubuhku dan kututup dengan selimut. Aku yakin rencanaku akan berhasil. “Seo yoong! Banguun!” kudengar eomma membuka pintu kamarku, bukan membuka tepatnya menendang.
“Eom..ma, aku pusing” rintihku, eomma menyentuh dahiku, “Hm, memang sedikit hangat” yes! Rencanaku berhasil. “Mungkin aku kena flu, eomma” Aku merasakan sesuatu yang panas menyentuh kulitku. Semakin lama semakin panas. Oh tidak. Aku lupa hairdryer nya masih ada didalam tubuhku! Aku tidak tahan lagi, kubuka selimut yang menyelubungi tubuhku “AAARRGGH!! Panaaass!” aku berteriak, dan kulihat eomma sudah jatuh dilantai. Aku membuka kancing piyamaku, lalu ku ambil hairdryer eomma. “Aish! Ada apa sih Seo yoong?” eomma bangkit dari jatuhnya dan melihatku sedang membanting hair dryernya. Mati aku.

 “Seo yoong” panggil eomma singkat. Aku gugup, takut eomma akan memotong-motong kecil tubuhku “Eh, ne. Wae eomma?”. Eomma malah keluar dari kamarku. Syukurlah eomma tidak marah padaku. Braakk! Tiba-tiba pintu kamarku terbuka dengan keras, ternyata eomma membawa sebatang rotan. Mwo? ROTAN? “Ampuun eommaaa!”

            Aku melewati beberapa blok rumah dengan melamun. Pantatku sakit semua karena pukulan dari eomma. Benar-benar sakit, eomma sungguh kau teganya teganya teganyaa #dangdut mode on. Aku ini anak tunggal, yeoja pula. Tapi eomma memperlakukanku seolah-olah aku ini namja. Sungguh menyebalkan. Dari kejauhan terlihat gerbang sekolah ku sudah ditutup. Aku telat. “Ahjussi, tolong buka gerbangnya” aku mencoba membuka gebang ini tapi gerbang ini sama sekali tidak bergerak.
“Kau terlambat noona.” Katanya datar. Uuh! Sial. Eottokhae? Kalau aku pulang kerumah ada nenek sihir bersuara cempreng itu. “Tolonglah aku ahjussi, aku akan memberimu uang” rajukku lagi. Ekspresi ahjussi itu berubah, “Oya? Berapa?” jdieeerr!! Ternyata virus gayus tambunan dan nazzarudin telah menyebar saudara-saudara!
“Aku ada segini saja” ku rogoh sakuku dan mengambil uang kertas didalamnya. “Kalau begitu kau boleh masuk”

Aku berjalan sedikit mengendap-endap ke kelas 3-C. Kususuri koridor sekolah dengan was-was sambil sesekali melihat-lihat keadaan, aku takut jika guru pengawas melihatku disini. Aku pas6ti akan dihukum. “Apa yang kau lakukan disini?” telingaku menangkap suara berat yang familiar, jangan-jangan dia guru pengawas. Aku bergidik serta membalikkan badanku perlahan. “Kau!” aku memekik tertahan, jangan sampai ada guru lain yang melihatku disini. “Kau telambat?” cih, kenapa pagi-pagi begini aku sudah melihat wajah terkutuk itu. aku tidak mungkin berbohong, tas sekolah ku saja masih menempel di punggungku. “Ne, aku terlambat”
“Aku menjadi guru pengawas hari ini. Kalau begitu kau harus dihukum.” Aku pasrah. Aku tidak bisa lari dari hukuman guru pengawas. “Hukumanmu adalah, membersihkan toilet” jdieeerr part 2!! Membersihkan toilet yang menjijikkan itu katanya? Tidak bisa. Andwae! “Shireo! Tidak adil. Kenapa hukumanku membersihkan toilet?” Ia hanya tersenyum. “Aku akan mengawasimu selama kau membersihkan toilet” sekarang senyumannya berubah menjadi seringai jelek. Aku tidak percaya ini! Dia tidak merasa bersalah padaku malah menghukum ku!

Author’s POV

“Yang sebelah situ kurang bersih, bersihkan lagi” Kyuhyun menunjuk wc dengan dagunya sementara Seo yoong mengelap peluhnya yang berada didahinya. Seo yoong menatap nya tajam tapi tak berkomentar apapun. “Tuh masih kotor yang sebelah situ” Kyuhyun menunjuk wc yang lain, Seo young hanya diam sambil meneruskan pekerjaannya. “Masih marah padaku?” tanya Kyuhyun sedikit ragu. Ia menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal. Tetap tak ada satu patah katapun yang keluar dari mulut Seo yoong. “Yeoja bodoh!” Kyuhyun mencoba memancing Seo yoong tapi ia tetap tidak bergeming. “Yeoja ceroboh dan tidak tahu adat!” Kyuhyun mencoba sekali lagi dan hasilnya tetap sama, sehingga keluarlah kata-kata terkutuk itu “Kau suka warna pink ya? Kemarin celanamu warnanya…” Kyuhyun tidak sempat melanjutkan kalimatnya karena mulutnya telah disumpal tissue toilet. “Kau bicara begitu sekali lagi, mati kau!” ancam Seo yoong dingin.
“Jeongmal mianhae. Aku benar-benar tidak sengaja kemarin, sungguh”
“…”
“Kau mau memafkanku?”
“…”
“Seo yoong!” Kyuhyun berteriak dan membuat Seo yoong tertegun, baru kali ini ia dipanggil ‘Seo yoong’ oleh Kyuhyun. Biasanya kan dia dipanggil ‘yeoja bodoh’, ‘yeoja ceroboh’, ‘yeoja tidak tahu adat’. Seo yoong segera membalikkan badannya tapi naas, lantai yang dia pel tadi masih basah dan akhirnya membuat kaki Seo yoong tergelincir. Kyuhyun yang menjadi tumpuan Seo yoong pun ikut jatuh, bajunya basah karena air yang berada diember pel telah mengotori bajunya dan seragam Seo yoong. “Aduh! Kau jangan menindihku begini. Cepat bangun, encok nih!” Seo yoong langsung bangkit sambil melihat seragamnya yang basah dan kotor. “Ini semua gara-gara kau! Seragamku jadi kotor begini” Seo yoong mengerucutkan bibirnya. Sedangkan Kyuhyun menekan-nekan pinggangnya. Lalu mereka saling menertawai, dan tertawa bersama.

            “Seo yoong-ssi? Ada apa dengan bajumu? Kenapa pakai baju olah raga?” Min rie melihat teman sebangkunya itu duduk disebelahnya, “Mungkin ia lupa mencuci seragamnya” pernyataan dari Jae sang langsung mendapat jitakkan dari Seo yoong. “Aish! Kalian ini. Seragamku kotor kena air pel tadi” jawab Seo yoong. Teman-temannya hanya ternganga. Lalu kembali ke alam masing-masing (?) “Kalian ada acara hari ini? Aku ingin pergi kekaraoke.” Jae sang kembali bersuara dan sesekali melirik Yun hee, yeoja yang disukainya dari dulu. “Aku tidak bisa, miane. Aku ada latihan tennis sore ini” sahut Yun hee. Seo yoong mengerutkan keningnya “Tennis? Dimana?”
“Didepan autumn cafee, wae Seo yoong-ah?” Seo yoong terkejut, apa mungkin Yun hee yang selama ini dilihat Donghae? Sejak kapan Yun hee suka tennis? Dia kan lebih suka olah raga bela diri, apalagi taekwondonya sudah sampai level sabuk hitam.

“Tidak bisakah kau membiarkanku sendirian untuk pergi ke cafee? Kenapa selalu mengikutiku? Tidak enak dilihat siswa lain.” Seo yoong memprotes Kyuhyun yang sedari tadi lengket seperti prangko. Kyuhyun hanya terkekeh mendengar kalimat yang barusan dilontarkan Seo yoong. “Wae? Kita harus pergi bersama ke cafee, aku hanya ingin memastikan kau akan bekerja hari ini” Seo yoong sudah membuka bibirnya, ingin mengatakan sesuatu tapi urung karena melihat Donghae sedang berdiri tidak jauh dari hadapannya.
 “Donghae-ssi? Sedang apa disini?” Seo yoong melangkah mendekati Donghae. “Aku…” Donghe tidak sempat melanjutkan kalimatnya, “Seo yoong-ah! Duluan ya” Yun hee menyahut dan melambai pada Seo yoong. Donghae terus melihat Yun hee sampai tubuhnya tidak terlihat lagi dan Seo yoong terus mengawasi mata Donghae. Kyuhyun yang merasa dirinya dilupakan langsung menarik tangan Seo yoong dan segera berlalu dari hadapan Donghae. “Yak! Tunggu aku ikut kalian ke cafee” Donghae berlari menyusul mereka.

Donghae’s POV

Aku kembali duduk di meja pojok ini. Sudah kuduga meja ini pasti kosong, mungkin pelanggan disini tidak suka duduk di meja pojok yang sedikit suram ini. Tapi aku suka duduk disini. Karena letak meja ini, aku bisa melihat yeoja itu walaupun tidak begitu jelas. Semakin lama melihatnya, semakin besar pula rasa penasaranku yang berubah jadi rasa suka terhadapnya. Aku ingin melihat senyumnya, melihat semua ekspresinya. Telingaku ingin selalu mendengar suaranya dan bibirku ingin selalu memujanya. Aku tidak tahu sejak kapan aku jadi menyukainya dan ingin terus melihatnya tertawa. Aku melihatnya lewat kaca besar ini. Dan suasana cafee ini mendukungku untuk lebih berkonsentrasi melihat yeoja itu. Dia terlihat cantik.
“cappuccino for you” Seo yoong berdiri didepanku, meletakkan secangkir cappuccino dimeja lalu duduk dikursi. “Aku belum memesan cappuccino Seo yoong” balasku. Dia hanya tersenyum “Arasso, ini gratis untukmu” tandasnya. Jadi ini gratis? Lumayan lah aku jadi bisa menghemat uang sakuku bulan ini *kerree lu bang*.

“Kau melihat yeoja itu lagi ya?” Seo yoong bertanya padaku tapi pandangan matanya malah melihat kesebrang jalan. “Tanpa kujawab pasti kau sudah tau.” Jawabku datar lalu tertawa hambar. “Apa menurutmu dia yeoja yang baik?” aku sedikit terkejut mendengar pertanyaannya, “Dia yeoja baik.”
Lalu dia kembali bertanya “Apa aku mengenalnya?”
“Kurasa kau mengenalnya” jawabku singkat. Ia menopang dagunya dan menatap lurus mataku “Ajaklah dia bicara. Sapa dia” aku tertegun mendengar kalimat yang ia katakan barusan. Menyapanya? Aku sudah pernah menyapanya, dia juga merespon dengan baik. Tapi aku selalu merasa sangat sulit untuk mendekati nya, bukan mendekat secara fisik maksudku, dia seperti bintang yang tak mungkin dapat kugapai. Dadaku merasa sesak kalau melihatnya. “Sulit Seo yoong. Bicara memang gampang tapi melakukan jauh lebih sulit” Seo yoong hanya menganggukkan kepalanya, seolah mengerti apa yang kurasakan.

Kyuhyun’s POV

Aku memasukki restroom dengan perasaan galau tak menentu (?). Aku tidak menyukai namja yang disebut Seo yoong ‘Donghae-ssi’, tapi kenapa? Kenapa aku tidak suka padanya?  Perasaanku semakin kacau. Aku membuka loker yeoja bodoh itu. Dipintunya terdapat foto-fotonya bersama Sungmin, Ahra, dan Kim ahjussi. Mereka sudah akrab rupanya. Lalu aku melihat sebuah buku kecil seperti notes bergambar daun musim gugur yang berasal dari Kanada. Kanada, tempat yang dulu pernah ku tinggali bersama appa dan eomma. Banyak memori indah disana, bersama appa, eomma, Ahra, dan yeoja itu. Yeoja yang selalu aku pikirkan tiap malam.

Aku membuka halaman pertama notes ini, ‘Februari, aku menjelma menjadi putri yang cantik saat prom nite tadi malam’. Mwo? Putri katanya? Sungguh menggelikan. Kubuka selembar lagi dan terus kubaca sambil membayangkan apa yang didiskripsikannya di notes ini. Aku tertawa-tawa sendiri dan juga merasa sebal, kenapa aku disebut sebagai namja laknat? Namja terkutuk? Anak itu benar-benarr…

Tapi rasa kesal ku berubah seketika, saat aku membaca notesnya ‘Dia namja yang baik. Aku suka bibirnya saat dia tersenyum dan matanya yang indah itu membuatku ingin terus melihatnya.’ Siapa yang dimaksud yeoja bodoh itu? Aku kah?
Aku merasakan hatiku melambung tinggi saat ini, ternyata yeoja itu menyukaiku. Hamparan bunga langsung menyelinap didalam otakku. Aku tidak mengerti dengan diriku akhir-akhir ini, aku tidak tahu kenapa aku jadi sebahagia ini. Tiba-tiba kepalaku terasa pening dan berputar. Tapi aku masih dapat membaca lanjutan dari kalimat yang ditulis nya di notes ini, ‘Donghae’. Apa? Jadi yang dia maksud itu Donghae? Namja yang selalu menemui Seo yoong?
Tes. Tes. Aku merasakan sesuatu cairan keluar dari hidungku. Ku sentuh philtrumku dan ternyata cairan itu adalah darah segar. Oh, jangan lagi.

TBC

Mian kalo ffnya kurang menarik T___T. Buat readers yang suka, comment+like yaah biar author semangat ngelanjutin ff nya ^^

Auntumn In Cafe part 3

Tittle    : Autum’N Cafee
Author : Galuh Lintang
Cast :   -Park Seo Yoong
            -Cho Kyuhyun
            -Lee Donghae
            -Cho Ahra
            -Lee Sungmin
            -Other

Genre : ?? *kaga tau ane*
Rating : readers yang menentukan

Happy reading! Moga readers sekalian suka ^^



Seo Yoong’s POV

Kyuhyun menaut kan alisnya “Kau ingin short cake?”
“Nee, aku mau short cake”
“Kau tunggu diluar saja. Kim ahjussi akan membuatkannya untukmu” Kyuhyun mendorongku keluar. Ada apa sih? Aku melihat kearah Sungmin dan Ahra, mereka cekikian, “Yak! Kalian kenapa tertawa? Emang ada yang lucu?” aku bertanya pada dua bocah di meja kasir itu, “Kau tahu, yang membuat short cake special autumn cafee siapa?” Sungmin bertanya padaku, “Tentu saja Kim ahjussi” jawabku mantap.
“Kau salah, kakaklah yang membuatnya” Ahra tersenyum padaku, jduaarr!! Petir menyambar kepalaku. Kyuhyun yang buat? Namja itu bisa membuat short cake yang begitu enak? “Sebenarnya, Kim ahjussi tidak bisa membuat short cake. Makanya Kyuhyun belajar membuat short cake, dan ternyata kau menyukainya ya hmm” Sungmin kembali cekikikan, hah lucu sekali Bunny. “Asal kau tahu saja, cake pertama yang berhasil dibuat Kyuhyun adalah short cake yang kau sukai itu” SUngmin menambahkan.
Cklek. Pintu dapur terbuka, Kyuhyun membawa short cake special autumn cafee padaku “Nih short cakenya” dia menyodoran sepotong short cake, begitu tahu Kyuhyun yang membuatnya, aku langsung kehilangan selera makan. Bayangkan saudara-saudara! Masa iya aku makan kue buatan musuh bebuyutanku? *baru kenal beberapa hari ini, katanya bebuyutan?*

“Tidak jadi, aku sudah kenyang” Aku menolak dengan halus, kalau aku menolak dengan kasar pasti aku sudah habis dicaci orang ini kan?
“Kenyang? Kau makan apa? Makan angin hah?” Kyuhyun sedikit meninggikan suaranya. “Mulai besok, kau harus membawa buku pelajaranmu” buku pelajaran? Buat apa coba?
“Buat apa boss?” tanyaku polos, “Kau ini bernar-benar bodoh tahu, mulai besok aku akan menjadi guru less mu” tandasnya.
Hah?


            Sudah jam 10 malam tapi kenapa cafee ini belum tutup juga? Aku harus segera pulang sekarang. “Seo yoong-ah” kudengar Ahra memanggil ku, “Waeyo?”
Ahra memasang wajah sedih, “Kau bisa menggantikan ku menutup semua pintu dan jendela dicafee ini sebelum pulang? Aku ada urusan sebentar”. Eh bujug! Ahra ini tega sekali padaku, sudah jam 10 malam tapi aku masih harus bekerja lagi? Tapi apa daya, aku menganggukan kepalaku. Aku mulai membereskan cafee, dan menutup jendela-jendela di dalam cafee. Aku harus segera pulang, eomma dan appa pasti mencemaskan ku lagi pula aku capek sekali hari ini. “Sudah selesai belum? Kajja!” Kyuhyun menepuk punggungku, “Ne ne, sudah selesai” Kami mengunci pintu cafee

“Aku antar kerumahmu” Omoo! Apa dia bilang? Mau mengantarku? Nggak usah ya!

“Tidak usah. Aku bisa pulang sendiri” ujarku dingin, sekarang kan bukan waktunya sekolah atau bekerja, aku berani saja melawanmu namja kurang ajar. “Sudahlah yeoja tidak tahu adapt, kau tak usah menolak begitu, kau pasti minder kan jalan denganku?” apa katanya? Sok ganteng banget dia ciin! Ya kan? “Dengar ya Cho Kyuhyun,  kau tidak perlu mengantarku. Aku bisa pulang sendiri” aku mendengus kesal dan segera berjalan kearah rumahku, eh ternyata anak ini mengikuti ku. Dan akhirnya berdiri deisebelahku. Aku tahu ini Cuma taktikmu saja kan Kyuhyun? Sebenarnya kau kan tertarik padaku *yang narsis tuh elo apa kyuhyun hah?*

Kami berjalan dengan diam, kalau sudah malam begini jalan ini agak-agak menakutkan. Untung saja Kyuhyun mengantarku *anak ini bener-bener deh* Setelah kulihat-lihat, ternyata namja ini tinggi sekali, tinggiku hanya sedagunya saja!
“Rumahmu dimana?” Kyuhyun menghentikan langkah kakinya, “Rumahku ada di belokan ini” lho? Ternyata tidak ada belokan, “Belokan nya dibelakang kita bodoh! Kau ini melamun kan apa dari tadi? Dasar yeoja babo” Kyuhyun menjambak rambutku yang indah ini, gara-gara aku memperhatikan namja laknat itu, kami malah berjalan kejauhan.

Akhirnya kami sampai didepan rumahku, aku segera mengetok pintu “Eomma, aku pulang” sedetik kemudian pintu rumahku terbuka dan aku disambut eomma yang sedang membawa kapak dan pisau dapur (?),eomma langsung menjewerr telingaku “Kau dari mana saja Seo yoong? Pulang malam begini hm?” eomma semakin menjewer telingaku, “Eomma ampun ampun! Appo eomma.” Aku merintih sambil meringis kesakitan
“Ahjumma, Seo yoong tidak bersalah. Akulah yang salah telah mengajaknya keluar sampai larut malam” Kyuhyun membungkuk di depan ku dan eomma. “Ah, kau siapa?” eomma langsung melepaskan tangannya dari telingaku. “Aku pemilik…” aku langsung memotong kalimat Kyuhyun. Bisa gawat kalau eomma ku tahu aku bekerja paruh waktu dicafee padahal aku sudah kelas 3 “Aah, ini temanku Kyuhyun eomma”
“Teman Seo yoong ya? Hoho manis sekali” eomma mencubit pipi Kyuhyun, uuh nenek bersuara cempreng inii genit sekali! Kyuhyun hanya meringis dan tersenyum dipaksakan. Haha, emang enak?


Maret, 20XX

Dear my notes.
Oh aku tidak tahu harus menulis apa.
Yang jelas, aku tidak tahu apa rencana tuhan *ceileh* padaku,
Bagaimana bisa aku harus bertemu dengan namja itu setiap hari?
                                   
Pasti aku sudah dikutuk! Pasti.
Dukun mana yang berani mengutukku  hah?

Akan kukutuk balik dukun itu!

-Seo yoong-


Kyuhyun’s POV

            Kusandar kan punggungku di sofa ruang tamu, bagaimana mungkin aku bisa bertemu dengan yeoja bodoh dan ceroboh itu setiap hari? Takdir ini sungguh menyiksa secara lahir dan batin! Tuhan yang maha pengasih *lah?*, tolong selamatkan hambamu dari yeoja itu, semoga saja hambamu ini jatuh cinta pada yeoja itu (?) eh salah ding! Author sarap! *jitak pala author* Maksudku, semoga yeoja bodoh itu tidak menyusahanku lagi.
Sudah tengah malam tapi aku masih belum bisa tidur. Kenapa aku kepikiran yeoja itu terus? Aaarrh! Kau benar-benar menyebalkan Seo yoong!

Aku masih tidak bisa terlelap sampi jam 5 dini pacarnya hari (?) *ralat, dini hari maksudnya* kuputuskan untuk pegi ke cafee.
Jarak rumahku hanya beberapa blok saja dari cafee, dan tak butuh waktu lama aku telah sampai di cafee. Cafee masih kosong, Ahra masih tidur, Sungmin pasti masih memeluk boneka kelinci pink nya sementara Kim ahjussi mungkin masih dalam perjalanan. Dimana yeoja bodoh itu? Apa masih didalam pikiranku? *lho?*. aku mencium bau tak sedap dan ternyata adalah bau tubuhku sendiri, aku lupa kalau aku belum mandi. Mandi dulu aah

Seo Yoong’s POV  

Karena hari ini libur, aku akan pergi ke cafee pagi ini agar si boss laknat itu tidak ngomel terus-terusan. Dan tak lupa membawa buku pelajaran. Aku melangkahkan kaki ku sepelan mungkin agar appa dan eomma tidak bangun, ayoo Seo yoong sudah sampai diruang tamu nih, “Seo yoong. Kau mau kemana dear?” suara eomma…mati aku! Aku membalikkan badan ku dan mendapati eomma sedang membawa obor dan bensin (?). “Aku ada janji dengan teman-teman, eomma” kataku gelagapan, “Jinjja? Eomma tidak yakin” eomma mendekatiku
“Ne, ne…aku ada janji dengan Kyuhyun” aku berusaha mengontrol suaraku, tetapi eomma lebih mendekat lagi padaku dan menaikkan alisnya “Jinjja? Kyuhyun yang manis itu? Oh arasso, arasso. Eomma pasti merestui kalian! XD” eomma mencubit pipiku lalu memelukku. Eomma ini apa-apaan sih? Yang suka Kyuhyun itu aku apa nenek cerewet ini? (-_-)

Aku menyusuri jalan yang aku dan Kyuhyun lewati semalam. Kalau dipikir-pikir, anak itu baik juga. Mau mengantarku pulang ke rumah, belum lagi meminta maaf pada eommaku yang labil itu. Dia juga tampan, keren…YAK!! Kau ini sedang ngomong apa Seo yoong? Lupakan lupakan! Ayo fokus kejalan saja.  Aku berhenti sejenak didepan pintu cafe, bagaimana bisa aku bekerja di café yang aku sukai ini? Bagaimana bisa pemilik café ini begitu dingin dan menjadi guruku disekolah? Apakah kejadian ini normal? Apa tidak terlalu kebetulan?

Hh, dengan ragu aku membuka pintu kaca ini. Ternyata sudah ada pegawai yang datang.  Aku segera menuju ke ruang pegawai, tapi ada pemandangan sangat menawan saat aku membuka pintu : Kyuhyun telanjang! *author teparr* omoo! Untung saja bagian bawah (?)nya masih tertutup handuk, refleks aku berteriak “AAAAAARRHH!!!!” Kyuhyun dengan tampang bloonnya hanya melihat ku selama beberapa detik “AAAARRHH!!! Apa yang kau lihat haah?!” Kyuhyun memegangi handuk nya, “Aku tidak lihat apapun!” aku menutup mataku, “CEPAT TUTUP PINTUNYAA!!” dia berteriak hingga menyebabkan seoul sampai Indonesia terkena bencana tsunami yang diprediksi getarannya sampai 15 skala richter! Aku segera menutup pintu dan mengelus dada, dasar setan penggoda kau Cho Kyuhyun! Aku tadi sempat kepikiran ingin melihatnya terus-terusan *ayo bakarr seo yoong*

Aku mengetuk pintu lagi “Sudah selesai belum? Lama sekali, aku mau ganti baju” beberapa detik kemudian pintu terbuka dan seorang namja dengan wajah pucat pasi berbaju putih dan tubuhnya berlumuran darah *abaikan* muncul, aku menjadi agak canggung setelah kejadian tadi. Sungguh memalukan. Kyuhyun memandangku dengan tatapan ingin menelanku hidup-hidup “Apa saja yang sudah kau lihat?” aku merasa terintimidasi, emang dia saja yang rugi? “Aku tidak melihat apapun” jawabku singkat, “Jinjja? Syukurlah kalau begitu” dia melangkah menuju dapur, emang mulutku ini suka nyerocos tanpa perintah dari otak “Boss, kau tadi tidak pakai celana ya?” aku ini tanya apa siih? Memalukan aah!
Kulihat Kyuhyun bergidik lalu membalikkan badannya perlahan “Kau tadi lihat apa hah?” wajahnya menyeramkan sekali, terlihat sangat merah entah karena malu atau marah. “Ahahaha, aku…aku hanya bercanda boss. Lupakan saja ya, ah aku lupa harus ganti baju dulu” Aku mencoba mengalihkan pembicaraan dan langsung masuk ke restroom, tapi tak disangka-sangka Kyuhyun menarik kuat tanganku dan membanting tubuhku ke dinding, “Kau jangan coba berbohong” kedua lengannya mengapit tubuhku, terlihat seperti dinding yang kuat. Dia mendekat kan wajah nya ke wajahku, tubuhku sekarang panas dingin, keringat bercucuran didahiku. Aku dapat melihat jerawatnya di dahinya, gilee segede jagung man! “Kau tadi lihat apa hm?” matanya menatap mataku, segera kualihkan pandangan ku, “Sudah kubilang aku tidak lihat apa-apa” aku bisa merasakan nafasnya menyapu wajahku. *author melting*
Kyuhyun masih menatapku sambil diam entah apa yang ada didalam pikirannya dan inilah kejadian diawal bencana yang menimpaku, Cupp! Kyuhyun mencium bibirku saudaara-saudara! Kalian mau tahu kenapa? Begini kejadiannya :

Saat Kyuhyun masih menatapku dan wajah kami hanya berjarak 3 cm ditambah lagi dengan tidak ada siapa-siapa dicafe ini, tiba-tiba Sungmin membuka pintu dengan keras dan hal itu mengagetkan kami. Namja kurang ajar itu terhuyung kedepan dan dia menciumku! Memang tidak sengaja, tapi ciuman tetap saja ciuman. Terkutuklah bibirku yang suci dan bersih ini.

Sampai saat ini, aku masih tidak mau bicara dengannya. “Yak! Yoongie-ah, tolong antarkan pesanan ini ke meja disebelah situ ya” Sungmin menyodorkan nampan penuh berisi makanan itu, siapa yang memesan makanan sebanyak ini ya? Aku segera menuju ke meja yang ditunjuk Sungmin, dan ternyataa yang memesan semua makanan ini adalah ahjumma yang waktu itu merusakkan mesin kasir! Aku masih menyimpan dendam untukmu ahjumma kelebihan lemak! Lihat saja. Aku membawa nampan dengan santai, setelah sampai kemeja ahjumma ini, aku pura-pura tersandung kaki meja dan menumpahkan semua yang ada diatas nampan ke tubuh ahjumma ini, hha mampus kau ahjumma jelek! “AARRGH!!! Apa-apaan ini! Apa yang sudah kau lakukan?!” ahjumma menor ini berteriak padaku, “Ah, jeongmal miane. Tadi kakiku kesandung kaki meja ini” aku menundukkan badanku. “Ada apa ini? Suara Kyuhyun membuatku menengokan kepalaku, dia berjalan menuju meja ahjumma ini, “Lihat apa yang sudah pegawai ini lakukan padaku?!” ahjumma itu menyentak namja laknat itu, baguslah. Sekali mendayung 2 pulau terlampaui, aku hanya bisa menahan tawa.

“Jeongmal mianhae” Kyuhyun meembungkuk, ahjumma itu malah melengos dan pergi dari cafee ini, hahaha rasakan pembalasanku! Tapi setelah ini aku pasti akan didamprat habis-habisan  sama namja super jahat ini. “Lain kali kau harus lebih berhati-hati” Kyuhyun meninggalkanku dan menuju ruangannya. Hanya itu saja? maksudku, dia tidak memarahiku seperti biasanya? Mungkin dia masih merasa bersalah padaku atas kejadian tadi pagi. Ah hari ini adalah hari terbaik ku.

Donghae’s POV

            Sudah pukul 3 sore, aku harus kecafee itu sekarang. Demi memenuhi keinginan ku untuk melihat yeoja itu, aku harus kecafee itu setiap hari.
Aku berjalan ke autumn cafee, dimana aku dapat melihat yeoja cantik itu. Sebentar lagi musim panas akan tiba, danau yang dulu sering kukunjungi kini terlihat semakin indah karena pantulan sinar matahari terlihat dipermukaan air danau yang bening.
Aku duduk dikursi pojok ini lagi, agar dapat melihat yeoja itu lagi. Dia terlihat cantik dari sudut pandang ini, wajah nya memang tak begitu jelas karena aku memandangnya dari sini, “Donghae-ssi? Ini cappucinomu” Seo yoong meletakkan cappucino ku di meja. Kali ini dia melakukannya dengan ‘benar’, “Sudah bisa melayani pelanggah huh?” aku menyindirnya dan dia mengembungan pipinya yang sudah chubby menurutku. “Ne~ tentu saja. Aku kan belajar!” dia memukul tanganku. Aku tertawa hambar dan kembali melihat keluar jendela.

“Kau menyukai seseorang ya?” pertanyaan Seo yoong membuatku kaget, kurasa wajahku memerah sekarang “Ani, aniyo!” aku mencoba mengelak. Tapi tatapan matanya membuatku tak bisa berbohong, aku malah terlihat gelagapan. Dia menyeret kursi dan duduk diatasnya “Donghae-ssi, aku tahu kau sedang menyukai seseorang. Kau tidak bisa membohongiku” Seo yoong menyeringai nakal. “Ne~ne baiklah. Aku memang menyukai seseorang” akhirnya aku mengaku pada yeoja imut ini. Dia malah terbahak-bahak menanggapi pernyataanku.
“Aku sudah bisa menduganya! Ceritakan padaku, bagaimana orangnya” Seo yoong terlihat penasaran dan aku akan memulai ceritaku
“Dia yeoja yang mempunyai rambut panjang. Kakinya dua, hidungnya satu” Seo yoong menjitak kepalaku “Aish! Kau ini yang benar saja dong”
“Ne ne, dia yeoja yang cantik dan manis, dimataku dia terlihat sempurna. Matanya memancarkan sorot mata yang teduh, aku suka sekali. Gaya bicaranya, tingkah lakunya, hmm aku suka semuanya” aku melihat dia menopang dagu nya pada telapak tangannya.
“Romantis sekalii, lalu apa kau sudah menyatakan perasaanmu padanya?”
“Andwae! Aku masih, yaah begitulah. Aku lebih suka memandanginya dari sini”
Seo yoong menunjuk seseorang dilapangan tennis, “Apa seperti itukah gadis yang kau sukai?”
Aku hanya mengangguk mengiyakan. Sementara Seo yoong hanya manggut-manggut dan menggenggam tanganku “Aku tahu kau menyukainya dengan tulus, kau malah bahagia dengan melihatnya saja. Gadis beruntung itu pasti akan menyukaimu juga, kau harus menyatakan perasaanmu padanya” ujarnya, dia tersenyum manis padaku.
 “Haha, gomawo Seo yoong-ah. Kata-katamu manis sekali” aku mencolek hidungnya.
Aku menelusuri isi cafee ini, dan ku lihat namja itu, namja yang waktu itu memarahi Seo yoong. Dia sedang menatapku dengan sorotan mata tajam. Seperti akan membunuhku saat itu juga!

TBC


Gimana ff Autum’N cafee chap  3 nya? Kekeke. Mian kalo jelek, kritik dan saran sangat dibutuh kan :D tunggu chap selanjutnyaa ^^